EventBogor.com – Suasana meriah menyelimuti halaman Kantor Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Di sana, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi meluncurkan Festival Tangkil 2025. Acara ini bukan sekadar festival biasa, melainkan sebuah gelaran yang sarat makna, menggabungkan semangat melestarikan budaya tradisional dengan upaya nyata meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Festival Tangkil 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengangkat potensi lokal. Ini adalah langkah konkret untuk memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa. Mengapa acara ini begitu penting? Karena di tengah gempuran modernisasi, festival ini mengingatkan kita akan akar budaya yang kuat, sekaligus memberikan ruang bagi kreativitas dan inovasi masyarakat desa untuk berkembang.
Pembukaan Meriah & Apresiasi Tinggi
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kesra, Sigit Wibowo, hadir untuk meresmikan acara. Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat warga Tangkil yang berhasil menghidupkan kembali nilai-nilai budaya tradisional. Beliau juga menyoroti peran penting festival ini dalam memperkuat ekonomi kreatif desa. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung upaya-upaya yang mendorong kemajuan desa melalui pemberdayaan masyarakat.
“Festival Tangkil ini bukan hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, tetapi juga wahana promosi potensi desa, terutama karya dan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Sigit. Pernyataan ini menegaskan bahwa festival ini memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu sebagai platform untuk mempromosikan produk-produk unggulan desa, hasil karya perempuan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Harapannya, festival ini akan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
P2WKSS: Mendorong Perempuan Berdaya
Festival Tangkil 2025 juga menjadi bagian dari implementasi Program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) periode 2025–2026. Desa Tangkil sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu desa binaan dalam program ini. Ini adalah bukti konkret bahwa pemerintah daerah serius dalam upaya pemberdayaan perempuan di desa.
Melalui program P2WKSS, pemerintah daerah berupaya mendorong perempuan desa untuk semakin berdaya, kreatif, dan produktif. Tujuannya jelas, yaitu agar perempuan dapat berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan keluarga dan kemajuan wilayahnya. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat desa yang lebih maju dan sejahtera.
Rangkaian Acara yang Memukau
Festival Tangkil menampilkan berbagai kegiatan menarik yang berhasil memukau para pengunjung. Salah satu daya tariknya adalah lomba permainan tradisional, seperti engklek, congklak, gobak sodor, egrang, dan bekel. Permainan-permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya tradisional. Selain itu, ada juga bazar produk UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan dari masyarakat setempat, pameran hasil kerajinan tangan, serta pagelaran seni budaya lokal. Semua kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi desa kepada khalayak yang lebih luas.
Kepala Desa Tangkil, Acep Awaludin, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi bagian dari Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Hal ini didasari oleh Keputusan Bupati Bogor Nomor 400.2-194 Tahun 2024 dan Keputusan Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Nomor 815 Tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki landasan hukum yang kuat dan didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Festival Tangkil 2025 adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersinergi untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera. Dengan menggabungkan semangat melestarikan budaya tradisional dengan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, festival ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor.