EventBogor.com – Kabar duka yang melanda Puskesmas Citeureup beberapa waktu lalu akibat kebakaran kini menemui titik terang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan langkah terbaik yang akan diambil. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya krusial untuk memastikan keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat. Keputusan besar terkait nasib bangunan puskesmas akan segera diambil, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, anggaran, dan tentu saja, kebutuhan mendesak masyarakat.
Api yang melalap sebagian bangunan puskesmas memang menyisakan duka mendalam. Namun, di balik musibah ini, semangat untuk bangkit dan memberikan pelayanan terbaik tetap membara. Peninjauan yang dilakukan Sekda bersama tim ahli bangunan gedung, Sekretaris Dinas Kesehatan, serta jajaran terkait, menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini. Pertanyaan krusial kini adalah, apakah bangunan harus dirobohkan seluruhnya atau masih memungkinkan untuk diperbaiki? Jawabannya akan sangat menentukan langkah selanjutnya.
Menentukan Nasib Puskesmas: Bongkar Total atau Perbaikan?
Keputusan besar terkait nasib bangunan Puskesmas Citeureup berada di ujung tanduk. Tim ahli bangunan gedung ditugaskan untuk melakukan kajian mendalam terhadap struktur bangunan yang terdampak kebakaran. Penilaian ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan keselamatan jika nantinya bangunan akan kembali digunakan. Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa kelayakan struktur bangunan adalah prioritas utama. Jika hasil kajian menunjukkan bahwa bangunan masih layak, maka perbaikan akan menjadi opsi yang paling memungkinkan.
Namun, jika kerusakan yang terjadi terlalu parah dan membahayakan, pembongkaran total mungkin menjadi pilihan terakhir. Keputusan ini tentu saja tidak mudah, karena melibatkan banyak aspek, mulai dari anggaran hingga kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah berupaya keras untuk mencari solusi terbaik yang memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak.
Dana CSR: Harapan Baru untuk Pemulihan Puskesmas
Di tengah situasi yang sulit ini, harapan baru muncul dari komitmen pihak swasta untuk memberikan bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Sekda Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah menjajaki kemungkinan ini. Jika dana CSR berhasil didapatkan, proses perbaikan diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Langkah ini sangat penting, mengingat keterbatasan anggaran daerah yang mungkin menjadi kendala jika harus mengandalkan APBD sepenuhnya.
Proses perhitungan kebutuhan biaya perbaikan sedang dilakukan secara cermat. Setelah itu, akan dilakukan penyesuaian terhadap aspek arsitektur, struktur, serta mechanical dan electrical bangunan. Semua ini dilakukan agar puskesmas dapat kembali berfungsi dengan optimal dan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Kajian Teknis: Menunggu Keputusan Minggu Depan
Saat ini, tim Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) sedang melakukan kajian teknis secara mendalam. Hasil kajian ini sangat krusial, karena akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait langkah selanjutnya. Diharapkan, keputusan tersebut dapat diambil pada minggu depan. Jika semuanya berjalan lancar, proses perbaikan dapat segera dimulai.
Sekda Ajat Rochmat Jatnika menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan agar Puskesmas Citeureup dapat segera beroperasi kembali. Kehadiran puskesmas sangat vital bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mewujudkan hal ini secepat mungkin.
Dengan adanya penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan Puskesmas Citeureup dapat segera kembali melayani masyarakat, memberikan harapan baru bagi kesehatan dan kesejahteraan warga Bogor.