EventBogor.com – Suasana haru sekaligus meriah menyelimuti Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada Senin, 29 September 2025. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan, bukan hanya untuk merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga untuk menyaksikan pawai dongdang yang menjadi tradisi tahunan yang sangat dinanti.
Pawai dongdang di Cigudeg bukan sekadar arak-arakan. Lebih dari itu, ia adalah perwujudan kreativitas dan semangat kebersamaan warga. Setiap rukun warga (RW) berlomba-lomba menampilkan dongdang terbaiknya, menciptakan pemandangan yang memukau dan tak terlupakan. Tahun ini, kreativitas warga benar-benar mencapai puncaknya, menghasilkan beragam bentuk dongdang yang unik dan mengagumkan. Mulai dari replika unta raksasa yang gagah, cangkir raksasa yang tampak seperti baru saja keluar dari negeri dongeng, hingga perahu yang seolah siap mengarungi lautan, dan miniatur masjid yang megah. Semua itu menjadi bukti nyata betapa tingginya semangat gotong royong dan kecintaan warga terhadap tradisi.
Pawai Dongdang: Lebih dari Sekadar Arak-arakan
Pawai dongdang di Cigudeg bukan hanya sekadar acara hiburan. Di balik kemeriahan dan warna-warni dongdang, tersimpan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Dongdang sendiri adalah simbol dari semangat berbagi dan rezeki yang melimpah. Bentuknya yang beragam mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas warga. Setiap tahun, warga antusias mempersiapkan dongdang terbaik mereka, mulai dari merancang desain, mengumpulkan bahan, hingga menghiasnya dengan berbagai ornamen yang menarik. Proses ini melibatkan seluruh anggota keluarga dan bahkan melibatkan seluruh warga di lingkungan RW masing-masing.
Kemeriahan pawai semakin terasa dengan iringan Marching Band dari SD Negeri Cigudeg 02 yang membara semangatnya, alunan musik rebana yang khas dari tim Qosidah di bawah naungan LASQI Kecamatan Cigudeg, serta lantunan shalawat Nabi yang mengalun syahdu dari bibir-bibir warga. Musik, nyanyian, dan doa bersatu padu, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus membangkitkan semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Pawai dongdang juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat penting bagi warga. Di tengah kesibukan sehari-hari, acara ini menjadi momen berharga untuk bertemu, bersenda gurau, dan mempererat tali persaudaraan.
Dampak Positif yang Meluas
Pawai dongdang tidak hanya memberikan dampak positif bagi aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga. Pedagang kecil dan menengah turut merasakan berkah dari keramaian acara. Lapak-lapak makanan, minuman, mainan, hingga pernak-pernik khas Maulid Nabi, berjajar rapi di sepanjang jalur pawai. Hal ini memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan sekaligus meramaikan acara.
Kepala Desa Cigudeg, Bapak Andi Supriadi, yang hadir bersama istri tercinta, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas suksesnya acara. “Alhamdulillah, acara pawai dongdang dan Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya dengan senyum sumringah. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Bapak Andi Supriadi berharap agar momentum Maulid Nabi ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan, serta menjadi tradisi yang memperkuat kebersamaan warga Cigudeg. Acara kemudian ditutup dengan dzikir dan doa bersama di Kantor Desa Cigudeg, yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, alim ulama, dan seluruh elemen warga, mengukuhkan semangat persatuan dan kesatuan.
Sepanjang jalur pawai, dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah di jalanan. Ada yang ikut serta dalam arak-arakan, ada pula yang hanya ingin menyaksikan. Namun, semuanya merasakan semangat yang sama, yaitu semangat cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan semangat kebersamaan sebagai warga Cigudeg. Lantunan shalawat yang bersahutan menambah kekhidmatan acara, menjadikan Maulid Nabi tahun ini penuh makna dan kesan mendalam bagi seluruh warga.