EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk rutinitas, kabar gembira datang dari Bumi Sriwijaya. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meresmikan Masjid Al Azhar Cidawang di OKU Timur. Bukan sekadar seremonial, momen ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama masyarakat. Sebuah langkah konkret yang patut diapresiasi.
Mengapa Ini Penting?
Bayangkan, Anda baru saja tiba di sebuah desa yang asri. Di sana, berdiri megah sebuah bangunan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat. Itulah esensi dari peresmian Masjid Al Azhar Cidawang. Di era modern ini, di mana godaan duniawi begitu kuat, keberadaan rumah ibadah yang representatif menjadi sangat krusial. Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah ritual, melainkan juga wadah untuk mempererat tali silaturahmi, belajar, dan mengembangkan nilai-nilai kebaikan.
Lebih Dekat dengan Masyarakat
Acara peresmian yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari Anggota DPD RI hingga Bupati OKU Timur. Ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Gubernur Herman Deru dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif masyarakat. Ini bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan buah dari gotong royong dan semangat kebersamaan warga Desa Cidawang.
“Pembangunan masjid ini bukan sekadar mendirikan bangunan, tetapi membangun kemandirian dan memperkuat iman umat,” tegas Herman Deru. Kata-kata ini bukan sekadar retorika. Di balik pembangunan fisik masjid, tersimpan harapan besar untuk menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, berwawasan luas, dan memiliki kecintaan mendalam terhadap agama.
Dampak Nyata Bagi Kita
Apa artinya ini bagi kita? Pertama, ini adalah pengingat bahwa keimanan adalah fondasi utama dalam kehidupan. Kedua, ini adalah contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ketiga, ini adalah dorongan bagi kita untuk terus berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.
Transparansi dan Akuntabilitas
Ketua Pembangunan Masjid Al Azhar Cidawang, Ropingi, melaporkan bahwa pembangunan masjid menelan anggaran sekitar Rp1 miliar, yang bersumber dari swadaya masyarakat dan donatur. Dana tersebut dikelola secara transparan dan akuntabel. Ini adalah aspek penting yang patut diacungi jempol. Keterbukaan dalam pengelolaan dana akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa setiap rupiah digunakan dengan tepat sasaran.
Membangun Peradaban
Peresmian Masjid Al Azhar Cidawang bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga sebuah momentum untuk memperkuat syiar Islam dan membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai luhur. Semoga keberadaan masjid ini menjadi oase bagi umat, tempat untuk menimba ilmu, mempererat ukhuwah, dan melahirkan generasi penerus yang beriman dan bertakwa.
Apakah Anda merasakan semangat kebersamaan yang sama di lingkungan Anda? Mari kita jadikan momentum ini sebagai inspirasi untuk terus berbuat kebaikan, sekecil apapun itu.