EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk ibukota, semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali membara. Jakarta Islamic Centre (JIC) bersiap menyambut 500 jemaah setiap harinya dengan hidangan berbuka puasa. Lebih dari sekadar makan bersama, kegiatan ini juga menjadi ajang penggerak ekonomi kerakyatan, melibatkan pelaku UMKM sekitar. Sebuah oase kebersamaan, bukan?
Tradisi yang Mengakar: Buka Puasa Bersama di Jantung Jakarta
Bayangkan, senja di bulan Ramadan. Suara azan magrib mulai berkumandang, menjadi penanda berakhirnya puasa. Ratusan orang, dari berbagai latar belakang, berkumpul di pelataran masjid. Bukan hanya untuk membatalkan puasa, tapi juga merajut silaturahmi. Itulah gambaran suasana buka puasa bersama di Jakarta Islamic Centre. Sebuah tradisi yang tak lekang oleh waktu, menjadi momen yang dinanti-nantikan.
Tahun ini, JIC kembali membuka pintu lebar-lebar bagi 500 jemaah setiap harinya. Anak-anak, orang dewasa, dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya, berbaur dalam kehangatan. Semua bersatu, berbagi hidangan, berbagi senyum, dan tentu saja berbagi pahala.
Gemausi: Gotong Royong Ala JIC
Namun, bagaimana caranya menyediakan hidangan bagi ratusan orang setiap hari? Jawabannya ada pada gerakan sosial yang digagas oleh JIC, bertajuk “Gerakan Lima Bungkus Nasi” atau Gemausi. Ide sederhana namun berdampak besar. Masyarakat, lembaga, komunitas, diajak berpartisipasi dengan menyumbangkan paket makanan berbuka.
“Ini adalah momentum berbagi,” ujar Arif, Wakil Panitia Ramadan JIC, pada Rabu (18/02/2026). Ia menambahkan, siapapun yang menyediakan hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa, pahalanya setara dengan orang yang berpuasa itu sendiri. Sebuah ajakan yang menggugah, bukan?
UMKM Bangkit, Ekonomi Berputar
Lebih dari sekadar menyantap hidangan lezat, program buka puasa bersama ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan. JIC menggandeng mereka sebagai penyedia makanan, menciptakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.
Paket makanan dari beberapa UMKM dikirim setiap sore, kemudian disiapkan oleh panitia dan relawan sebelum dibagikan kepada jemaah menjelang waktu berbuka. Sebuah sistem yang efisien dan memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang. Ini bukan hanya tentang perut kenyang, tapi juga tentang ekonomi yang berputar.
Lebih dari Sekadar Makan: Ibadah dan Kebersamaan
Kegiatan buka puasa bersama ini bukan hanya soal makanan. Jemaah juga dapat mengikuti rangkaian kegiatan ibadah sebelum dan sesudah berbuka. Kajian singkat menjelang magrib, salat berjamaah, isya, dan tarawih. Semua dirangkai dalam kebersamaan yang kental.
Berbagai komunitas juga turut serta dalam kegiatan ini. Mereka bergantian membantu pelayanan jemaah, mulai dari persiapan hingga distribusi makanan. Sebuah cerminan semangat gotong royong yang patut diapresiasi.
Apa Artinya Bagi Anda?
Di tengah modernitas yang serba cepat, semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan ini menjadi sangat berharga. Jakarta Islamic Centre menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dapat dipertahankan, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menyiapkan diri untuk berbagi di bulan penuh berkah ini?