Apa Saja yang Dipersiapkan?
Kepala Bidang Peribadatan Masjid Agung At-Tin, Bapak Karnali Syadzili, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara menyeluruh. “Semua sudah kami siapkan, mulai dari pembagian saf antara laki-laki dan perempuan, penitipan sendal, hingga kipas angin,” ujarnya. Hal ini menunjukkan perhatian serius pengurus masjid terhadap kenyamanan jamaah.
Yang menarik, takjil yang akan dibagikan berasal dari Yayasan Tien Soeharto. Ini adalah wujud nyata dukungan dan kepedulian dari keluarga mantan Presiden Soeharto. Sebuah tradisi yang patut diapresiasi, memperkuat tali silaturahmi antar umat.
Takjil, Lebih dari Sekadar Pengisi Perut
Takjil gratis di Masjid Agung At-Tin bukan hanya sekadar makanan dan minuman untuk membatalkan puasa. Ini adalah simbol kebersamaan. Saat bedug maghrib berbunyi, jamaah akan berkumpul, berbagi senyum, dan menikmati hidangan yang disediakan. Momen ini mempererat ukhuwah islamiyah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Namun, ada satu hal yang perlu dicatat, Masjid Agung At-Tin tidak menyediakan hidangan sahur. Alasannya, sulit untuk memprediksi jumlah jamaah yang hadir saat sahur. Ini adalah langkah yang bijak, agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.