Dampaknya sangat nyata. Jika UMKM bangkrut, pilihan produk akan semakin terbatas. Harga bisa jadi lebih mahal karena kurangnya kompetisi. Peluang kerja juga akan menyusut. Ujung-ujungnya, masyarakat yang akan merasakan dampaknya.
Contoh konkretnya? Lihat saja di sekitar Anda. Berapa banyak warung kecil yang terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing? Berapa banyak produk lokal yang hilang dari pasaran karena tak mampu bersaing dengan produk impor yang dijual di toko modern? Ini adalah harga yang harus dibayar jika kita membiarkan situasi ini berlarut-larut.
Respons Bupati dan Harapan Masyarakat
Bupati Rudy Susmanto merespons desakan ini dengan positif. Ia menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan toko modern. Pendekatan yang akan diambil adalah musyawarah dan kebijakan inklusif. Ini adalah langkah awal yang baik, namun masyarakat menanti bukti nyata. Bukan hanya evaluasi, tapi tindakan tegas untuk melindungi UMKM.
Bupati juga menekankan bahwa toko modern wajib mengakomodir produk UMKM lokal. Ini adalah langkah penting untuk memberikan ruang bagi produk lokal. Tapi, apakah cukup? Perlu lebih dari itu. Perlu pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan bagi UMKM agar mereka bisa bersaing secara sehat.