EventBogor.com – Niat baik membangunkan sahur dengan petasan di Ciputat, Tangerang Selatan, nyaris berujung petaka. Untungnya, kesadaran hukum warga lebih kuat dari emosi sesaat. Mediasi yang dilakukan pada Selasa dini hari (17/03/2026) berhasil meredakan ketegangan dan menghasilkan penyerahan sukarela senjata tajam kepada pihak kepolisian.
Bayangkan, riuhnya malam Ramadan. Suara petasan yang seharusnya membangunkan semangat sahur, justru memicu amarah dan kesalahpahaman. Itulah yang terjadi di Ciputat. Namun, cerita ini tidak berakhir dengan luka dan kerugian. Justru, semangat persatuan dan kesadaran hukum menjadi pahlawan utama.
Akar Permasalahan: Salah Paham di Balik Meriahnya Sahur
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mengungkap bahwa pemicu utama adalah cara membangunkan sahur yang dianggap mengganggu. Seorang warga menggunakan petasan, yang memicu reaksi negatif dari warga lain. Ketegangan meningkat, potensi tawuran membayangi. Sebuah skenario yang sayangnya, tak asing di tengah hingar bingar bulan puasa.
Kompol Bambang Askar Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur, menjelaskan bagaimana situasi berkembang: “Awalnya ada kegiatan membangunkan sahur oleh salah satu warga. Namun caranya menggunakan petasan sehingga mengganggu warga lain. Dari situ muncul ketegangan yang membuat situasi sempat tidak kondusif.” Kata-kata ini menggambarkan betapa tipisnya benang yang memisahkan semangat kebersamaan dengan potensi konflik.