Home News Investasi Hilirisasi 2026: Dominasi Mineral Masih Tinggi, Diversifikasi Mulai Terasa di Sektor Lain
News

Investasi Hilirisasi 2026: Dominasi Mineral Masih Tinggi, Diversifikasi Mulai Terasa di Sektor Lain

Share
Share

Eventbogor.com – Realisasi investasi hilirisasi di awal 2026 mencapai angka Rp147,5 triliun, menunjukkan kenaikan sebesar 8,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Lompatan ini tak hanya menggambarkan momentum positif, tapi juga memperkuat posisi hilirisasi sebagai tulang punggung strategi pembangunan ekonomi nasional.

Dari total investasi nasional sebesar Rp498,8 triliun pada kuartal pertama 2026, hampir sepertiga disumbangkan oleh sektor hilirisasi, bukti nyata bahwa arah kebijakan industri mulai menunjukkan hasil konkret.

Menteri Investasi dan Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menyebut capaian tersebut sebagai cermin dari keberlanjutan langkah industrialisasi berbasis sumber daya alam yang digarap secara serius dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, pertanyaannya tetap menggantung: mengapa sebagian besar investasi masih berkonsentrasi di sektor mineral, padahal potensi besar tersebar di banyak sektor lain?

Faktanya, sektor mineral mencatatkan realisasi tertinggi dengan nilai mencapai Rp98,3 triliun, atau hampir dua pertiga dari total investasi hilirisasi.

Nikel menjadi bintang utama dengan kontribusi Rp41,5 triliun, diikuti tembaga yang menyumbang Rp20,7 triliun, membuktikan betapa kuatnya tarikan global terhadap logam strategis untuk kebutuhan energi bersih dan rantai pasok manufaktur dunia.

Rosan menilai dominasi ini wajar, mengingat permintaan internasional yang tinggi serta posisi Indonesia sebagai salah satu penghasil nikel terbesar di dunia.

Tapi, ketergantungan berlebihan pada satu kelompok komoditas selalu mengandung risiko, terutama jika harga global fluktuatif.

BACA JUGA :  Investasi Kuartal I 2026 Tumbuh Positif, Serap 706 Ribu Lapangan Kerja Baru

Di tengah dominasi mineral, ada tanda-tanda positif dari sektor non-mineral yang mulai menunjukkan geliat signifikan.

Share

Explore more

News

Ketegangan Timur Tengah Buka Kerentanan Barat di Tengah Transisi Energi

Eventbogor.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu gejolak harga energi global, mengingatkan dunia bahwa minyak masih menjadi urat nadi ekonomi internasional....

Weekly Newsletter

Excepteur sint occaecat cupidatat non proident

    Related Articles
    News

    Mengapa Selat Malaka Jadi Jalur Perdagangan Paling Sibuk di Dunia?

    Eventbogor.com – Selat Malaka bukan cuma jalur air biasa, tapi poros utama...

    News

    Indonesia Manfaatkan Surplus Pupuk untuk Dorong Ekspor ke Pasar Global

    Eventbogor.com – Indonesia mulai melirik pasar internasional sebagai saluran baru bagi surplus...

    News

    Investasi Awal Tahun Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di 2026

    Eventbogor.com – Realisasi investasi di awal 2026 menunjukkan sinyal positif yang cukup...

    News

    Mengapa Selat Malaka Jadi Rebutan Dunia dari Zaman Sriwijaya Sampai Era Modern

    Eventbogor.com – Bayangkan sebuah jalur sempit di antara dua daratan yang bisa...