Langkah Bapenda DKI ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga tentang transparansi dan efisiensi. Dengan QRIS ‘Tap’, seluruh transaksi tercatat secara digital, mengurangi potensi kesalahan dan meminimalkan celah bagi praktik yang tidak diinginkan. Ini adalah langkah maju dalam membangun sistem pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel.
Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, bahkan mengungkapkan bahwa implementasi QRIS ‘Tap’ untuk bea balik nama (BBN) juga menunjukkan hasil positif, mencapai 281 transaksi dengan nilai Rp628 juta. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menerima metode pembayaran baru ini, tetapi juga menggunakannya untuk berbagai jenis transaksi terkait kendaraan bermotor.