EventBogor.com – Kabar angin soal halte di Jakarta yang ‘boleh’ memakai nama partai politik (parpol) ternyata cuma guyonan semata. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan tegas membantah telah mengizinkan hal tersebut. Pernyataan ini sekaligus meluruskan simpang siur yang sempat beredar, memastikan bahwa fasilitas publik tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
Canda yang Bikin Salah Paham
Bayangkan Anda baru saja membaca judul berita yang menyebutkan nama partai politik akan terpampang di halte Transjakarta. Pikiran pertama Anda mungkin: “Wah, ada apa ini?” Itulah yang mungkin dirasakan banyak orang saat mendengar kabar burung tersebut. Pramono Anung sendiri mengakui bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan parpol ‘ikut campur’ dalam penamaan halte hanyalah candaan. Dalam suasana santai di Balai Kota, ia menekankan bahwa hak penamaan halte hanya diperuntukkan bagi dunia usaha. “Sebenarnya saya sambil bercanda… Oh nggak lah!” tegasnya.