Standar Ganda dan SOP yang Belum Jelas
Arif juga menyoroti ketidakjelasan standar dan SOP pelaksanaan verifikasi. Siapa tim verifikatornya? Apa dasar kompetensinya? Bagaimana mereka menilai aspek non-akademik (sertifikat prestasi) dan akademik (nilai rapor)? Semua ini masih menjadi misteri.
Kondisi ini, menurut Arif, sangat rawan disalahgunakan. Apalagi, standar penilaian antar sekolah bisa jadi berbeda-beda. Ini membuka pintu bagi praktik-praktik yang tidak sehat, seperti “titip nilai” atau “jual beli kursi”.