Eventbogor.com – Jujur saja, gagasan untuk “hidup lebih berkelanjutan” atau sustainable living kadang memang terdengar rumit dan berat di awal. Tapi percayalah, sebenarnya, setiap langkah kecil yang kita ambil setiap hari punya potensi luar biasa untuk membawa perubahan signifikan bagi bumi ini.

Apalagi, data terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan dengan gamblang bahwa waktu kita untuk mencegah kerusakan lingkungan yang tidak bisa lagi diperbaiki itu semakin menipis.

Jadi, intinya memang sudah jelas: kita tidak punya banyak waktu lagi untuk menunda.

Mengurangi plastik, meski sangat krusial, ternyata bukan satu-satunya cara untuk kita bisa berkontribusi pada gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Anda bisa kok, memulai dengan lebih kritis memahami fenomena greenwashing, beralih ke pilihan fashion yang lebih etis dan bukan cuma ikut-ikutan “fast fashion”, sampai memilih produk kecantikan yang formulanya lebih bersahabat dengan alam.

Sebuah perspektif yang begitu kuat pernah diutarakan oleh aktris sekaligus aktivis lingkungan, Bonnie Wright, dalam bukunya yang berjudul Go Gently.

Ia menulis, “Es di kutub bukan akan mencair—tapi sudah mencair. Permukaan laut bukan akan naik—tapi sudah terjadi.”

Menurut laporan dari marieclaire.co.uk, berdasarkan analisis IPCC, tujuh tahun ke depan ini adalah jendela kesempatan terakhir kita untuk sungguh-sungguh menekan laju perubahan iklim sebelum batas pemanasan global 1,5°C yang disepakati dalam Paris Agreement benar-benar terlampaui.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, bahkan menggambarkan situasi genting ini sebagai “peringatan terakhir” bagi seluruh umat manusia.

BACA JUGA :  Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang Makin Hits di Kalangan Anak Muda

Ini berarti, setiap tindakan yang kita lakukan saat ini akan menjadi penentu masa depan bumi—dan tentu saja, kelangsungan hidup kita sendiri.

Untuk itu, melansir sumber yang sama, mari kita intip beberapa cara hidup ramah lingkungan yang bisa diterapkan dengan mudah dan “anti ribet”.

Kabar baiknya, Anda sama sekali tidak perlu buru-buru mengubah segalanya dalam semalam.

Coba saja mulai dari hal-hal yang paling dekat dengan keseharian kita, terutama dari pola makan.

Salah satu langkah awal yang patut dicoba adalah memperbanyak asupan nabati; buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian ini tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, namun juga secara signifikan mengurangi jejak karbon kita.

Cobalah untuk memvariasikan menu makanan Anda, sebab semakin beragam apa yang Anda santap, semakin besar pula dukungan yang Anda berikan untuk menjaga keanekaragaman hayati di bumi.

Ambil porsi makanan secukupnya saja, karena selain sehat untuk tubuh, kebiasaan ini juga sangat efektif mengurangi food waste atau sisa makanan yang terbuang sia-sia.

Lebih baik lagi jika Anda mulai mengurangi konsumsi makanan olahan, mengingat proses produksinya membutuhkan energi yang jauh lebih besar dan seringkali menyisakan banyak sampah kemasan.

Minimalkan juga limbah makanan dari rumah Anda, bisa dimulai dari hal sederhana seperti menyimpan makanan dengan benar hingga mencoba membuat kompos sendiri.

Bagi yang tertarik, bisa juga mulai diet plant-based, tapi ingat, pelan-pelan saja; tidak perlu langsung menjadi vegan total.

BACA JUGA :  Perubahan Iklim dan Efeknya Buat Kehidupan Sehari-hari

Anda bisa menganggap daging merah sebagai “treat” atau hidangan spesial yang hanya dikonsumsi sesekali, misalnya seminggu sekali.

Dan jangan sekali-kali melupakan protein nabati, karena tempe, tahu, kacang-kacangan, dan lentil adalah sumber protein yang jauh lebih ramah lingkungan.

Jangan ragu untuk mengeksplorasi masakan vegan, dengan bumbu dan rempah yang tepat, hidangan nabati pun bisa tetap lezat dan kaya variasi.

Selain itu, mengurangi produk susu juga bisa jadi langkah baik, karena produksi susu sapi memerlukan air yang jauh lebih banyak dibandingkan alternatif nabati seperti susu oat atau kedelai.

Memulai gaya hidup eco-friendly pun bisa dilakukan sesederhana dari dalam rumah Anda sendiri.

Coba cari alternatif ikan, mengingat praktik overfishing kini menjadi masalah besar, Anda bisa mencoba opsi seperti tofu atau olahan nabati lainnya.

Pilih produk-produk tanpa kemasan plastik; belanja di toko yang menyediakan produk curah atau tanpa kemasan bisa jadi titik awal yang bagus.

Kalau ada lahan, tanam makanan sendiri; mulailah dari yang sederhana seperti cabai atau daun mint di pekarangan rumah.

Pilih produk organik, karena secara umum, produk-produk ini lebih ramah lingkungan lantaran tidak menggunakan pestisida berbahaya dalam proses budidayanya.

Terakhir, cobalah untuk lebih dekat dengan alam; mulai dari jalan santai di taman, hingga belajar mengenal asal-usul makanan Anda—semua ini bisa membantu Anda jadi lebih mindful terhadap lingkungan sekitar.