Potongan harga sebesar ini selalu jadi magnet utama, membuat antrian pengunjung membludak sejak hari pertama acara dibuka.
Ada yang datang naik motor, ada juga yang sengaja cuti kerja demi bisa menjelajahi setiap sudut stan.
Yang membuat edisi 2026 terasa spesial adalah perayaan satu dekade kehadiran Big Bad Wolf di Indonesia.
Sejak pertama kali hadir, BBW telah menjadi bagian dari budaya literasi masyarakat, membuka akses ke buku-buku berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Sebagai bagian dari perayaan 10 tahun ini, panitia membagikan 1.000 buku gratis setiap harinya kepada pengunjung yang beruntung.
Tak cuma itu, BBW juga menjalin kolaborasi strategis dengan Mizan Group, salah satu penerbit lokal terbesar di Indonesia.
Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi penerbit dalam negeri, yang jumlahnya terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
Andrew Yap, Founder BBW, menyebut bahwa Indonesia kini menjadi salah satu pasar paling penting bagi mereka secara global.
Dengan konsep yang semakin inklusif dan luas, bazar tahun ini bukan cuma soal jual beli buku, tapi juga perayaan budaya membaca yang ingin menjangkau semua lapisan masyarakat.
Bagi Andrew, kehadiran BBW di Jakarta adalah bentuk komitmen untuk membuat literasi jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar tren sesaat.