Rika Juniaty Tanzil menekankan bahwa keberlanjutan bukan sekadar isu kampanye, tapi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Dia menjelaskan bahwa tujuan utama dari fasilitas ini adalah mempermudah masyarakat untuk memilah sampah, terutama di area publik yang padat aktivitas.
Sejak 2025, MR.D.I.Y. Indonesia sudah mencatat sejumlah pencapaian lingkungan yang tak bisa dianggap remeh.
Ada 2.445 kilogram sampah berhasil dikumpulkan lewat Recycle Dropbox dan aksi bersih pantai di Bulukumba bersama World Clean Up Day.
Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil mendaur ulang 84 ton limbah karton untuk kebutuhan logistik, mengurangi ketergantungan pada material baru.
Di sisi sosial, MR.D.I.Y. bersama T.Care Foundation memperkuat 10 bank sampah di Jabodetabek, lengkap dengan pelatihan bagi puluhan pengurusnya.
Mereka juga turut menanam 300 bibit pohon di Taman Hutan Raya Banten bersama komunitas Jejakin, sebagai upaya pelestarian hutan dan penyerapan karbon.
Yang membuat Waste Station ini beda dari kebanyakan tempat serupa adalah pendekatannya yang menyatukan fungsi, teknologi, dan seni.
Desainnya digarap oleh Wulang Sunu, seniman visual asal Yogyakarta, dengan motif yang merepresentasikan tiga pilar utama kampanye ‘MR.D.I.Y. Untuk Indonesia’.
Ada pemberdayaan perempuan dan anak, dukungan terhadap usaha lokal, dan tentu saja, keberlanjutan lingkungan.