**Eventbogor.com -** Memasuki pertengahan tahun 2026, wajah industri tanah air tampak mulai serius bergeser ke arah yang lebih ramah lingkungan.
Sandiaga Uno sempat melontarkan pernyataan bahwa potensi ekonomi hijau di Indonesia itu sangat masif, dan para pemain besar sepertinya tidak mau kehilangan momentum ini.
Lihat saja bagaimana SIG berhasil membuktikan komitmennya dengan memangkas penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton berkat peralihan ke bahan bakar alternatif.
Urusan sampah yang selama ini jadi beban pun mulai diolah jadi peluang, salah satunya lewat proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL.
Bahkan Danantara sudah memasukkan PSEL ke dalam prioritas utama mereka untuk 20 wilayah aglomerasi yang produksi sampahnya sudah melewati angka seribu ton per hari.
Kabar hangat dari meja tender menyebutkan ada lima perusahaan asal Tiongkok yang sudah lolos tahap awal untuk menggarap proyek Waste to Energy tersebut.
Pelindo juga tidak tinggal diam dengan menyiapkan lahan strategis di Benoa demi mendukung infrastruktur pengolahan sampah menjadi listrik ini.
Masalah sampah di Jakarta yang tembus 9.000 ton sehari memang masih jadi tantangan berat, namun pemerintah terus mencari celah untuk solusi lahan PSEL yang lebih efektif.
Di sisi lain, ajang penghargaan PROPER tahun ini menjadi saksi betapa kompetitifnya perusahaan dalam mengejar predikat perusahaan hijau.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) area Ulubelu berhasil mengamankan predikat Emas, bersanding dengan Pupuk Kaltim dan Inalum yang juga punya strategi keberlanjutan jempolan.