Eventbogor.com – Pondok Pesantren Terpadu Daaruttaqwa Cibinong memasuki era baru dalam kepemimpinan dengan ditunjuknya KH Dr Ahmad Oking Setia Priatna, M.Ag sebagai pimpinan pesantren.
Penunjukan ini dilakukan oleh Dewan Nazir Wakaf sebagai bagian dari strategi pengelolaan amanah wakaf dan penguatan sistem pendidikan pesantren di Bogor.
Perubahan kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan bentuk komitmen terhadap keberlangsungan aset wakaf dan pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Islam.
KH Moh Yusuf, S.Pd, salah satu anggota Dewan Nazir, menekankan bahwa amanah wakaf merupakan tanggung jawab tidak hanya kepada umat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Ia menyatakan bahwa penunjukan KH Ahmad Oking didasarkan pada latar belakang akademik dan pengalaman kepemimpinan yang mumpuni dalam dunia pendidikan Islam.
Dengan bekal tersebut, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang mendalam dalam ilmu agama dan siap menghadapi tantangan zaman.
Ade Kosasih H, juga anggota Dewan Nazir, menambahkan pentingnya sinergi antara dewan pengawas dan pimpinan operasional pesantren.
Kolaborasi ini diperlukan untuk menjaga visi para pendiri tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan pendidikan modern.
KH Dr Ahmad Oking Setia Priatna menyampaikan rasa syukur dan komitmennya dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan baru PPT Daaruttaqwa.
Ia bertekad menjadikan pesantren ini sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Beberapa prioritas utama dalam kepemimpinannya meliputi penguatan integrasi kurikulum antara kajian kitab kuning dan standar pendidikan nasional.
Langkah ini bertujuan menciptakan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam fondasi keislaman.
Di samping itu, ia akan mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf agar lebih produktif dan berkelanjutan secara ekonomi.
Pengelolaan wakaf tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi umat.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar, juga menjadi fokus utama dalam agenda pengembangan pesantren.
KH Ahmad Oking dikenal sebagai akademisi dan praktisi pendidikan yang peduli terhadap pembinaan karakter santri.
Keberadaannya diharapkan dapat membawa semangat baru bagi seluruh civitas akademika pesantren.
Prosesi pengangkatan resmi ditutup dengan doa bersama, yang menjadi simbol dimulainya babak baru dalam perjalanan dakwah dan pendidikan di bawah naungan wakaf PPT Daaruttaqwa Cibinong.
Peristiwa ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.
