Pertama, puasa Ayyamul Bidh, yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah—dalam hal ini bertepatan dengan 12, 13, dan 14 Mei 2026.
Niat puasa Ayyamul Bidh: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil ayyaamul bidhi sunnatan lillahi ta’ala’.
Kedua, puasa Senin dan Kamis, yang bisa dilaksanakan setiap pekan, termasuk pada 5 dan 8 Mei, lalu 12 dan 15 Mei 2026.
Niatnya: ‘Nawaitu shauma sunnatin yaumal itsnain sunnatan lillahi ta’ala’ (untuk Senin), dan ‘Nawaitu shauma sunnatin yaumal khamis sunnatan lillahi ta’ala’ (untuk Kamis).
Ketiga, puasa Daud, yang dilakukan secara bergantian satu hari puasa, satu hari tidak, sesuai kebiasaan Nabi Daud AS.
Ini bisa dimulai kapan saja, asalkan konsisten dengan pola tersebut, dan niatnya: ‘Nawaitu shauma sunnatin shauma daud sunnatan lillahi ta’ala’.
Keempat, puasa Tarwiyah, yang jatuh pada 8 Zulhijjah atau 5 Agustus 2026—tunggu, ini bukan Mei.
Ada kekeliruan di sini: Tarwiyah dan Arafah sebenarnya jatuh di bulan Zulhijjah, bukan Mei 2026.
Mei 2026 masih dalam bulan Syawal dan Dzulkaidah, sehingga puasa Tarwiyah dan Arafah tidak masuk dalam jadwal Mei.
Kemungkinan besar, yang dimaksud adalah puasa sunnah lain yang bisa diamalkan di Mei, seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh saja.