Misalnya: Allāhumma taqabbal min [nama orang yang berkurban], sebagai bentuk penghormatan dan penegasan bahwa ibadah ini dilakukan atas nama orang tersebut.
Selain bacaan doa, tata cara penyembelihan juga harus diperhatikan agar hewan tidak menderita dan prosesnya sesuai dengan ajaran Islam.
Langkah pertama adalah menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT.
Sebelum alat tajam digunakan, penyembelih harus membaca basmalah dan takbir sebagai bentuk pengagungan dan permohonan ridha.
Alat yang digunakan, seperti pisau, harus benar-benar tajam untuk memastikan proses pemotongan berlangsung cepat dan minim penderitaan.
Pemotongan dilakukan pada leher hewan dengan memutus tiga saluran utama: hulkum (saluran napas), mari’ (saluran makanan), dan dua urat nadi (halabain).
Ini adalah syarat utama agar penyembelihan dianggap sah secara syariat.
Selama prosesi, tidak diperbolehkan memperlihatkan pisau atau alat potong sebelum saatnya, karena bisa membuat hewan merasa takut.
Demikian pula, penyembelihan tidak boleh dilakukan di depan hewan lain agar tidak menimbulkan stres atau ketakutan kolektif.
Setelah hewan disembelih, penting untuk menunggu hingga benar-benar tidak bergerak lagi sebelum proses pengulitan dimulai.