Eventbogor.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk menjalankan salah satu ibadah sunnah yang penuh makna, yaitu berkurban.

Bagi panitia penyelenggara atau individu yang terlibat dalam prosesi penyembelihan, penting untuk memahami bacaan doa sembelih kurban Idul Adha yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual teknis, melainkan bagian dari ibadah yang sarat dengan nilai spiritual dan keikhlasan.

Oleh karena itu, setiap langkahnya harus dilakukan dengan penuh kesadaran, dari awal hingga akhir prosesi.

Apalagi jika hewan yang disembelih merupakan milik orang lain, maka kehati-hatian dan kebenaran dalam bacaan doa menjadi semakin krusial.

Menurut panduan dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), doa yang dibaca saat menyembelih kurban memiliki lafal yang spesifik dan penuh makna.

Doa tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: بسم الله، الله أكبر، اللهم هذا منك ولك، اللهم تقبل مني.

Dalam transliterasi Latin: Bismillāhi, Allāhu Akbar. Allāhumma hādzā minka wa laka, Allāhumma taqabbal minnī.

Artinya: “Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (kurban) ini dari-Mu dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah (kurban) ini dariku.”

Jika yang melakukan penyembelihan bukan pemilik hewan, maka doa bisa disesuaikan dengan menyebut nama orang yang berkurban di akhir kalimat.

Misalnya: Allāhumma taqabbal min [nama orang yang berkurban], sebagai bentuk penghormatan dan penegasan bahwa ibadah ini dilakukan atas nama orang tersebut.

BACA JUGA :  Polytron Fox 350: Motor Listrik dengan Torsi Tinggi, Desain Futuristis, dan Cicilan Mulai 400 Ribu

Selain bacaan doa, tata cara penyembelihan juga harus diperhatikan agar hewan tidak menderita dan prosesnya sesuai dengan ajaran Islam.

Langkah pertama adalah menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT.

Sebelum alat tajam digunakan, penyembelih harus membaca basmalah dan takbir sebagai bentuk pengagungan dan permohonan ridha.

Alat yang digunakan, seperti pisau, harus benar-benar tajam untuk memastikan proses pemotongan berlangsung cepat dan minim penderitaan.

Pemotongan dilakukan pada leher hewan dengan memutus tiga saluran utama: hulkum (saluran napas), mari’ (saluran makanan), dan dua urat nadi (halabain).

Ini adalah syarat utama agar penyembelihan dianggap sah secara syariat.

Selama prosesi, tidak diperbolehkan memperlihatkan pisau atau alat potong sebelum saatnya, karena bisa membuat hewan merasa takut.

Demikian pula, penyembelihan tidak boleh dilakukan di depan hewan lain agar tidak menimbulkan stres atau ketakutan kolektif.

Setelah hewan disembelih, penting untuk menunggu hingga benar-benar tidak bergerak lagi sebelum proses pengulitan dimulai.

Ini menunjukkan rasa hormat terhadap makhluk hidup dan menjaga kesucian ibadah kurban.

Dengan memahami dan menjalankan tata cara ini, ibadah kurban tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga penuh dengan keberkahan dan ketenangan batin.

Di tahun 2026, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial, memahami nilai-nilai dasar seperti ini justru semakin relevan.

Karena di balik ritual yang tampak sederhana, tersimpan makna mendalam tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Mobil Seken di Bawah 100 Juta yang Irit Bahan Bakar dan Masih Layak Dibeli di 2026