Eventbogor.com – Pemerintah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, telah menyelesaikan proses asesmen dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Senin, 20 April 2026.
Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat [Masukkan Keyword Utama] yang semakin sering terjadi di wilayah Bogor akibat perubahan cuaca ekstrem.
Asesmen dilakukan bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait lainnya untuk memastikan data kerusakan akurat dan dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Hasil sementara mencatat terdapat 27 titik kerusakan yang terdampak bencana di wilayah Desa Purasari.
Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, menyatakan bahwa seluruh hasil asesmen akan segera dilaporkan kepada dinas terkait.
Laporan tersebut termasuk pengiriman data ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPKPP) serta pihak Kecamatan Leuwiliang.
“Proses asesmen sudah selesai dan hasilnya akan kami laporkan ke dinas terkait, termasuk DPKPP, serta pihak Kecamatan Leuwiliang untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya pada Selasa, 21 April 2026.
Ia berharap agar penanganan pasca bencana dapat segera dilakukan guna meringankan beban warga terdampak.
Pemulihan infrastruktur dan pemberian bantuan darurat menjadi prioritas utama dalam tahap awal penanganan.
Selain itu, pemerintah desa mengapresiasi keterlibatan langsung Camat Leuwiliang bersama unsur muspika dalam meninjau lokasi bencana.
Staf Desa Purasari, Solehudin, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Kehadiran Camat dan muspika sangat membantu moril masyarakat serta mempercepat distribusi bantuan,” ujarnya.
Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan pokok, logistik, dan pendampingan psikososial bagi warga yang terdampak.
Pemerintah Desa Purasari juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan tebing diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kondisi cuaca yang masih tidak menentu berpotensi memicu longsor atau banjir susulan di wilayah rawan bencana.
Upaya mitigasi dini dan kesiapsiagaan komunitas lokal menjadi fokus utama dalam menghadapi musim hujan di tahun 2026.
Koordinasi antar lembaga dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
