Eventbogor.com – Euforia kemenangan Persib Bandung menyentuh berbagai wilayah, termasuk Leuwiliang di Kabupaten Bogor.

Di tengah perayaan yang meriah, seorang pedagang siomay bernama Jajang mencuri perhatian dengan aksi berbagi 1.200 porsi siomay gratis kepada masyarakat.

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangan Maung Bandung dan telah menjadi bagian dari loyalitasnya terhadap tim kebanggaan Jawa Barat selama puluhan tahun.

Jajang, pria 53 tahun asal Garut, telah berjualan di depan Masjid At Taqwa Leuwiliang selama sekitar 37 tahun.

Selama itu pula, ia konsisten merayakan kemenangan Persib dengan membagikan siomay secara cuma-cuma kepada warga sekitar.

Aksi berbagi ini bukan pertama kali terjadi, namun pada tahun 2026 jumlah porsi yang dibagikan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dari biasanya 1.000 porsi, kali ini ia menyiapkan 1.200 porsi untuk memenuhi antusiasme masyarakat yang semakin besar.

Sejak siang hingga sore, lapak siomaynya dipadati warga dari berbagai latar belakang, baik penggemar Persib maupun warga yang ingin merasakan kehangatan kebersamaan.

Bagi Jajang, sepak bola bukan hanya soal pertandingan, melainkan momentum untuk menyebarkan kebaikan dan kebahagiaan.

Ia percaya bahwa rezeki yang diperolehnya berasal dari Tuhan, dan berbagi adalah bentuk rasa syukur yang paling nyata.

Warga yang datang tidak hanya menikmati makanan gratis, tetapi juga merasakan solidaritas dan semangat komunitas yang terbangun dari aksi sederhana ini.

BACA JUGA :  KBPayuk Discover Pass 2026 Sambut Liburan Sekolah di Kota Baru Parahyangan

Banyak yang memuji tindakan Jajang sebagai bentuk loyalitas yang tulus dan kepedulian sosial yang tinggi.

Apresiasi juga datang dari sesama pedagang kaki lima yang melihat aksinya sebagai inspirasi untuk saling membantu sesama pelaku usaha dan masyarakat.

Perayaan kemenangan Persib di Leuwiliang pun berubah menjadi momen sosial yang bermakna, jauh melampaui sorak-sorai di layar televisi.

Pemerintah setempat dan tokoh masyarakat menyebut bahwa aksi seperti ini patut didukung karena memperkuat ikatan sosial di tengah perkembangan zaman.

Jajang tidak menuntut imbalan apa pun, hanya senyum dan kebahagiaan warga yang menjadi hadiah baginya.

Ia berharap tradisi ini bisa terus berlangsung selama Persib meraih kemenangan dan dirinya masih mampu berjualan.

Keberadaan sosok seperti Jajang menjadi pengingat bahwa semangat olahraga juga bisa dimaknai sebagai sarana berbagi dan membangun kebersamaan.

Kisahnya menjadi viral di media sosial dan turut menarik perhatian komunitas suporter Persib di wilayah Bogor.

Eventbogor.com mencatat bahwa aksi ini menjadi bagian dari budaya lokal yang unik, di mana sepak bola menyatu dengan tradisi gotong royong.