EventBogor.com – Kota Bogor kembali berhadapan dengan tantangan serius terkait infrastruktur jalan. Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, yang menjadi urat nadi penting bagi mobilitas warga, terpaksa ditutup akibat kondisi tanah yang tak lagi stabil. Keretakan dan potensi longsor yang membayangi memaksa Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) untuk bergerak cepat mencari solusi, demi memastikan roda aktivitas warga tetap berputar.
Keputusan menutup jalan ini, meski pahit, adalah langkah yang tak terhindarkan demi keselamatan. Namun, penutupan ini tentu saja menimbulkan dampak signifikan, mulai dari kemacetan hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat. Menyadari hal ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, langsung menginstruksikan jajarannya untuk mengambil tindakan konkret, yakni mempercepat penyiapan akses jalan alternatif. Langkah ini krusial untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan.
Akses Alternatif: Solusi Cepat Tangani Kemacetan
Prioritas utama saat ini adalah membuka dan memperbaiki akses jalan alternatif yang ada di sekitar kawasan Batutulis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor telah diperintahkan untuk segera menggarap beberapa ruas jalan yang berpotensi menjadi penyelamat. Beberapa di antaranya adalah Jalan Rangga Pati, Jalan Babakan Undak, dan Jalan Pabuaran. Ketiga jalan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memberikan jalur alternatif bagi warga yang biasa melintasi Jalan Saleh Danasasmita.
“Langkah teknis harus segera diambil dengan membuka dan memperbaiki akses jalan alternatif,” tegas Wali Kota Dedie A. Rachim, seperti yang dikutip pada Senin (2/2/2026). Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Pemkot Bogor dalam mengatasi permasalahan ini secara cepat dan efisien. Perbaikan jalan alternatif bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga memastikan kualitas jalan yang memadai agar aman dan nyaman dilalui oleh kendaraan.
Menunggu Rekomendasi Teknis, Sambil Terus Berkoordinasi
Penanganan Jalan Saleh Danasasmita sendiri, yang menjadi pusat permasalahan, masih menunggu rekomendasi teknis dari Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). Mengapa demikian? Karena lokasi tersebut berada di bawah kewenangan DJKA. Rekomendasi teknis ini sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk penanganan longsor dan perbaikan jalan secara permanen. Proses koordinasi intensif terus dilakukan antara Pemkot Bogor dengan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian masalah ini.
“Sambil terus berkoordinasi dan menunggu rekomendasi dari pihak berwenang, saya menginstruksikan Kepala Dinas PUPR untuk fokus memperbaiki akses jalan alternatif,” tambah Dedie. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot Bogor tidak tinggal diam. Sambil menunggu solusi permanen, langkah-langkah darurat tetap diambil untuk memastikan mobilitas warga tidak terganggu secara signifikan.
Latar Belakang: Longsor Berulang, Ancaman Nyata
Peristiwa longsor di Jalan Saleh Danasasmita bukanlah kejadian pertama. Pada Maret 2025, jalan ini juga pernah mengalami hal serupa. Kajian geologi bahkan telah mengungkap adanya sumber mata air aktif di bawah badan jalan, yang memicu pergerakan tanah dan meningkatkan potensi longsor berulang. Kondisi ini membuat jalan tersebut secara teknis tidak lagi layak digunakan sebagai akses kendaraan.
Upaya perbaikan sempat dilakukan pada akhir Agustus 2025, dengan melakukan perbaikan tebing, pembuatan saluran air, serta pemasangan bronjong. Jalan sempat dibuka terbatas untuk kendaraan roda dua. Namun, bencana kembali terjadi pada Januari 2026, dengan longsor yang menyebabkan keretakan pada aspal dan memaksa penutupan jalan kembali. Kejadian berulang ini menjadi pengingat bahwa penanganan masalah ini membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Pemkot Bogor berkomitmen untuk mencari solusi terbaik, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk mengatasi permasalahan infrastruktur jalan ini. Dengan kerjasama dan koordinasi yang baik, diharapkan mobilitas warga dapat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lancar.