Home News Dendam Berujung Maut: Kisah Pilu Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
News

Dendam Berujung Maut: Kisah Pilu Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Share
Share

EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti Indramayu. Sebuah tragedi keji merenggut nyawa satu keluarga di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman. Pembunuhan yang dilakukan secara sadis ini mengungkap sisi kelam dendam dan keserakahan. Pelaku, yang ternyata memiliki hubungan dengan korban, kini telah ditangkap. Namun, luka mendalam akibat peristiwa ini tak akan mudah terobati.

Akar Masalah: Sewa Mobil yang Berujung Petaka

Bayangkan, Anda menyewa mobil untuk keperluan penting. Namun, mobil yang disewa mogok di tengah jalan. Kesal? Tentu saja. Itulah yang dirasakan R, tersangka utama dalam kasus pembunuhan ini. Rasa kesal terhadap Budi Awaludin, korban sekaligus pemilik mobil yang mogok, rupanya menjadi pemicu dari rangkaian peristiwa mengerikan ini. R menyewa mobil Avanza milik Budi seharga Rp750 ribu. Ketika hendak mengambil mobil, musibah terjadi, mobil tidak dapat digunakan. Penolakan Budi untuk mengembalikan uang sewa menjadi titik balik, mengubah kekesalan menjadi dendam membara.

Malam Berdarah: Eksekusi yang Mengerikan

Dendam yang membara mendorong R untuk merencanakan pembunuhan. Ia mengajak P, rekannya, dengan iming-iming imbalan. Malam itu, Kamis (28/8/2025), keduanya menyelinap ke rumah Budi dengan membawa pipa besi. Aksi brutal dimulai. Budi dipukul hingga tewas, disusul oleh anggota keluarga lainnya, termasuk bayi yang tak berdosa. Sungguh, sebuah malam yang akan selamanya membekas dalam ingatan.

Korban yang Tak Berdaya

Lima nyawa melayang dalam tragedi ini. Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76), menjadi korban kekejian. Jasad mereka ditemukan terkubur dalam satu liang di halaman belakang rumah. Lubang berukuran 4×1,5×4 meter menjadi saksi bisu kebiadaban yang terjadi.

BACA JUGA :  Tiga Bos DSI Diperiksa: Rp2,4 Triliun Dana Menguap, Akankah Keadilan Terwujud?

Hilangnya Jejak dan Penangkapan yang Tepat Waktu

Setelah melakukan pembunuhan, para pelaku berusaha menghilangkan jejak. Lantai rumah dibersihkan, uang, dua mobil, serta perhiasan milik korban dibawa kabur. Pipa besi yang digunakan sebagai senjata dibuang ke sungai. Namun, jejak kejahatan tak bisa sepenuhnya ditutupi. Pelarian R dan P berakhir di Surabaya. Mereka ditangkap saat berencana kabur dengan menjadi anak buah kapal. Penangkapan ini mengakhiri upaya mereka untuk lepas dari jerat hukum.

Apa Artinya Bagi Kita?

Share

Explore more

Lifestyle

Contoh Susunan Acara dan Teks MC Halal Bihalal Sekolah 2026 yang Khidmat dan Menarik

Jujur, momen Lebaran di sekolah rasanya nggak lengkap kalau nggak ada halal bihalal. Ini bukan cuma soal saling maaf-maafan, tapi juga ajang mempererat...

Weekly Newsletter

Excepteur sint occaecat cupidatat non proident

    Related Articles
    News

    Penebaran 10 Ribu Benih Ikan di Sungai Cikalong, Langkah Nyata Pemulihan Ekosistem Pasca-Pencemaran

    Hallobogor.com, JASINGA – Suasana di sekitar aliran sungai yang membelah Desa Kalong...

    News

    Dua Benda Diduga Granat Ditemukan di Kebun Cigudeg, Warga Heboh

    Hallobogor.com, CIGUDEG – Warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sontak dibuat geger setelah...

    News

    Dua Benda Diduga Granat Ditemukan di Kebun Cigudeg Bogor, Warga Heboh

    Hallobogor.com, CIGUDEG – Warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, dibuat heboh setelah dua...

    News

    Danantara Pacu Integrasi Digital BUMN untuk Tekan Biaya dan Dorong Inovasi Nasional

    HALLOBOGOR.COM – Transformasi digital di tubuh BUMN kini berada di ujung penentuan:...