EventBogor.com – Udara Rancabungur terasa lebih segar. Kamis lalu (29/05/2025), semangat Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 menyuntikkan energi baru. Pemerintah Desa Pasirgaok bersama aparat Kecamatan Rancabungur bergerak, menertibkan bangunan liar dan kumuh di sepanjang jalan protokol. Kandang kuda yang selama ini berdiri, menjadi fokus utama. Sebuah langkah konkret untuk mempercantik wajah Rancabungur.
Kandang Kuda: Dari Kumuh ke Penataan Ulang
Bayangkan Anda melintas di jalanan Rancabungur. Pemandangan asri, atau justru terganggu dengan bangunan yang kurang tertata? Ya, itulah yang menjadi perhatian serius. Kandang kuda yang berdiri di pinggir jalan utama, menjadi salah satu yang disoroti. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Rancabungur, Asan, mengonfirmasi langsung melalui pesan singkat. Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari perayaan HJB, dengan fokus pada penertiban bangunan liar yang dinilai mengganggu keindahan jalan protokol.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Keindahan dan estetika lingkungan menjadi prioritas. Kandang kuda tersebut, nantinya akan dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai, yaitu ke bagian bawah sisi kanan dari arah Rancabungur. Ini adalah contoh nyata bagaimana penataan ruang bisa memberikan dampak positif, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sedap dipandang.
Tugu Perbatasan: Simbol Baru, Wajah Baru
Lebih dari sekadar penertiban, ada rencana besar yang mengiringi langkah ini. Rencananya, akan dibangun tugu perbatasan antara Desa Pasirgaok dan Desa Bantarjaya. Lokasinya berdekatan dengan area yang ditertibkan. Keberadaan bangunan liar sebelumnya, tentu saja, dianggap mengganggu tampilan estetika tugu yang akan dibangun. Sebuah simbol baru, yang merepresentasikan semangat baru.
Suara Warga, Aksi Nyata
Kepala Desa Pasirgaok, Abdul Rohman, menegaskan bahwa penertiban ini dilakukan secara bertahap, berdasarkan usulan dari warga dan pengurus tingkat bawah. Ini menunjukkan bahwa keputusan diambil dari hati dan pikiran masyarakat, bukan hanya dari segelintir orang. “Bertahap, berdasarkan usulan warga. Memang ada rencana pembuatan tugu perbatasan antara Desa Pasirgaok dan Bantarjaya. Rencananya seperti itu… doain aja lancar,” jelasnya.
Apa Artinya Bagi Rancabungur?
Penertiban ini bukan hanya sekadar merapikan. Ini adalah langkah awal untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Rancabungur. Dengan wajah baru yang lebih tertata, diharapkan akan ada dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kenyamanan warga hingga potensi investasi.
HJB: Momentum Perubahan
HJB ke-543 menjadi momentum yang tepat untuk melakukan perubahan. Bukan hanya seremoni, tapi aksi nyata. Penertiban bangunan liar di Rancabungur adalah contoh nyata bagaimana semangat kebersamaan dan keinginan untuk maju bisa menghasilkan perubahan yang berarti. Ini adalah bukti bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi juga tentang bagaimana kita merawat dan menjaga lingkungan. Mari sambut wajah baru Rancabungur, dengan semangat baru!