EventBogor.com – Derasnya hujan yang mengguyur Cigudeg, Bogor, pada Sabtu (18/4/2026) sore, menyisakan duka mendalam. Banjir bandang melanda enam desa, merendam ratusan rumah, merusak jembatan, dan menyeret puluhan hewan ternak. Di tengah situasi sulit ini, Siti Aisyah, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP, turun langsung ke lokasi bencana, berjuang bersama warga untuk meringankan beban mereka.
Menyapa Warga, Mendengar Keluhan
Bayangkan Anda adalah salah satu warga yang rumahnya terendam banjir. Harta benda hanyut, akses jalan terputus, dan rasa khawatir menyelimuti benak. Di saat seperti inilah kehadiran wakil rakyat menjadi begitu penting. Siti Aisyah hadir bukan hanya sebagai sosok politisi, tapi juga sebagai sesama manusia yang peduli. Ia berbaur dengan warga, menyapa, dan mendengarkan langsung keluhan serta aspirasi mereka. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya nyata untuk memastikan suara warga terdampak sampai ke telinga pemerintah daerah.
Dampak Banjir: Lebih dari Sekadar Air Mata
Banjir di Cigudeg bukanlah sekadar bencana alam. Ia adalah tragedi yang merenggut banyak hal. Di Desa Bangunjaya, 235 rumah terendam, akses kampung terputus, dan aktivitas warga lumpuh total. Sementara itu, di Argapura, sekitar 150 rumah rusak parah, dan jembatan pemerintah terancam ambruk. Kerusakan juga meluas ke wilayah lain, meliputi rumah roboh, sekolah terendam, dan jalan longsor. Bayangkan bagaimana anak-anak kehilangan tempat belajar, keluarga kehilangan tempat tinggal, dan mata pencaharian terhenti seketika. Dampaknya terasa begitu kompleks dan menyakitkan.
Gotong Royong: Semangat yang Tak Pernah Padam
Di tengah keterpurukan, semangat gotong royong tetap menyala. Warga bersama aparat dan relawan bahu membahu membersihkan lumpur, membuka akses jalan, dan mengevakuasi ternak. Alat berat pun dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan. Ini adalah cerminan kekuatan masyarakat kita, yang selalu bangkit bersama menghadapi kesulitan. Ingat pepatah, ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’? Di Cigudeg, pepatah itu hidup nyata.