Eventbogor.com – Grup rock alternatif asal Bandung, For Revenge, kembali menghadirkan karya baru lewat singel berjudul ‘Museum Duka’ yang dirilis pada 4 September.

Lagu ini mempertemukan For Revenge dengan Reza Arap serta Tepe, dalam sebuah kolaborasi yang mengangkat tema kehilangan dan kenangan.

Kolaborasi tersebut bermula dari pertemuan ketiganya di atas panggung, saat tampil dalam sebuah festival, For Revenge bersama YB membawakan 2 lagu yakni ‘Serana’ dan ‘Penyangkalan’.

Momen tersebut kemudian membuka peluang untuk proyek bersama, Reza Arap menyampaikan ide kolaborasi kepada vokalis For Revenge, Boniex.

Tepe kemudian ikut bergabung dalam proses pengerjaan lagu, terutama karena sebelumnya ia sudah beberapa kali tampil sebagai drummer bersama For Revenge.

Makna Single Museum Duka

Dari sisi cerita, Museum Duka membawa pembahasan mengenai kehilangan, kenangan, dan proses seseorang dalam menghadapi rasa duka.

Boniex dan YB mengembangkan lirik dengan menjadikan pengalaman tersebut sebagai ruang, untuk menggambarkan bagaimana seseorang melibatkan sejumlah musisi dan kreator.

Samuel Theophilus Japutra terlibat dalam pengerjaan lagu, sementara bagian strings diisi oleh menyimpan berbagai memori tentang sesuatu yang sudah berlalu.

Tepe mengisi bagian drum dalam lagu tersebut, sedangkan proses aransemen turut dibantu Faisal Riant.

Sosok Faisal, sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan For Revenge melalui proyek ‘i Miss You Every Brand New Day’

Menurut Reza Arap, judul ‘Museum Duka’ merujuk pada sebuah ruang personal, yang dimiliki seseorang untuk menyimpan berbagai kenangan.

BACA JUGA :  Dipuji Awet Muda di Usia 48 Tahun !! Sarah Azhari Ungkap Rahasianya

Ruang tersebut bisa berisi ingatan tentang seseorang maupun pengalaman yang pernah hadir dalam kehidupan, tetapi kini telah menjadi bagian dari masa lalu.

Bagi YB, lagu ini juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia bernyanyi menggunakan bahasa Indonesia sekaligus berkolaborasi dengan sebuah band.

Proses produksi, Museum Duka turut melibatkan sejumlah musisi dan kreator.

Samuel Theophilus Japutra terlibat dalam pengerjaan lagu, sementara bagian strings diisi oleh Iwan Popo. Kamga, dipercaya sebagai pengarah vokal.

Tahap akhir produksi dikerjakan oleh Dimas Pradipta di Sum It Studio, yang menangani proses mixing dan mastering.

Lewat ‘Museum Duka’, For Revenge, Reza Arap dan Tepe menyatukan karakter musik mereka dalam sebuah karya yang berbicara tentang memori, kehilangan, dan cara setiap orang menghadapi duka dengan caranya masing-masing.