Implikasi dan Harapan ke Depan
Kesepakatan ini merupakan langkah maju dalam menyelesaikan permasalahan antara pemerintah dan para sopir angkot. Namun, tantangan ke depan tetap ada. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa Perwali yang disusun benar-benar mengakomodasi kepentingan semua pihak, termasuk sopir, pemilik angkot, dan masyarakat pengguna jasa transportasi publik. Proses penyusunan Perwali harus dilakukan secara transparan dan partisipatif, melibatkan semua pemangku kepentingan.
Selain itu, pemerintah perlu memberikan solusi yang berkelanjutan bagi para sopir angkot, seperti memberikan bantuan keuangan untuk peremajaan armada, pelatihan keterampilan, atau program alih profesi. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan transportasi publik yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada modernisasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan para pelaku usaha transportasi. Dengan demikian, diharapkan tercipta sistem transportasi publik yang lebih baik, efisien, dan berkeadilan bagi semua pihak.