Namun, di tengah kesulitan, semangat kemanusiaan tetap membara. Meskipun warungnya tak bisa beroperasi, Esa tak patah arang. Sisa makanan yang ada dibagikan kepada warga sekitar yang juga terdampak banjir. Sebuah tindakan kecil yang sarat makna, menunjukkan bahwa di tengah bencana, kepedulian adalah kekuatan.
“Warung nggak dagang dari pagi. Itu masih ada lauk, tuh, akhirnya saya bagikan ke warga sini. Kita solidaritas aja saling bantu sesama warga,” ujarnya, mengisyaratkan bahwa dalam situasi sulit, gotong royong adalah kunci untuk bertahan.
Kenapa Ini Penting Sekarang? Banjir, Ancaman Konstan Bagi Jakarta
Kisah Esa adalah pengingat bahwa banjir adalah masalah serius yang terus menghantui Jakarta. Bencana ini bukan hanya merusak infrastruktur, tapi juga mengancam mata pencaharian dan kehidupan masyarakat. Kembangan hanyalah salah satu contoh, sementara titik banjir terus meluas di berbagai wilayah.
Ini bukan cerita baru. Sejak Januari hingga Maret 2026, air telah menggenangi Kembangan hingga tiga kali. Ini menunjukkan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan. Pemerintah harus hadir, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dengan langkah-langkah preventif untuk mengendalikan banjir. Mulai dari perbaikan drainase, pengelolaan tata ruang yang lebih baik, hingga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.