EventBogor.com – Aroma ketupat yang menguar, tawa riang anak-anak, dan lantunan takbir—itulah gambaran khas menjelang Lebaran. Di tengah hiruk pikuk persiapan, ada satu profesi yang bersinar: pedagang kulit ketupat. Mereka, dengan ketelitian merajut daun kelapa, meraup rezeki tambahan yang lumayan besar.
Tradisi yang Menguntungkan
Bayangkan, Anda baru saja selesai berbelanja kebutuhan Lebaran. Di pinggir jalan, mata Anda menangkap tumpukan daun kelapa hijau yang dirajut rapi. Itulah kulit ketupat, wadah nasi yang menjadi bintang hidangan saat Lebaran. Momen ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga peluang bisnis yang menjanjikan.
Di kawasan seperti Jalan Kirai, Cipete, Jakarta Selatan, pemandangan ini sudah lazim terlihat. Pedagang, dengan cekatan melayani pembeli yang antusias. Ada yang membeli untuk kebutuhan pribadi, ada pula yang memesan dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Sebuah siklus ekonomi kecil yang berputar cepat menjelang hari kemenangan.
Harga yang Bersahabat, Untung yang Lumayan
Untuk ukuran besar, satu ikat kulit ketupat berisi 10 buah dijual seharga Rp15.000. Sementara ukuran lebih kecil dibanderol Rp10.000 dengan jumlah yang sama. Bagi pedagang, ini adalah momen panen. Seorang pedagang mengaku dagangannya laris manis, bahkan sudah menjual ratusan ikat hanya dalam beberapa hari.