EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti Ciomas, Kabupaten Bogor. Setelah pencarian yang melelahkan, harapan menemukan Ashilla Dihya Nurhakim (4) dalam keadaan selamat sirna. Kamis (14/5), tim gabungan menemukan jasad bocah perempuan itu di Sungai Ciseeng, sekitar 22 kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat.
Bayangkan derasnya air sungai, menggulung tubuh mungil dalam arus yang tak kenal ampun. Itulah akhir pilu dari petualangan Ashilla, yang semula hanya ingin mengambil sandalnya yang hanyut.
Kengerian di Tepi Sungai
M. Ridwan, Danru III Rescue Damkar Kabupaten Bogor, menggambarkan penemuan jasad Ashilla. “Tubuh korban ditemukan warga dalam keadaan kaku di antara bebatuan pinggir sungai,” ungkapnya. Luka pada tubuh kecil itu menjadi saksi bisu perjalanan yang begitu jauh, terbawa arus sungai yang mematikan.
Begitu kabar penemuan menyebar, tim SAR, Damkar, dan aparat setempat bergerak cepat. Koordinasi dilakukan, dokumentasi dari warga dikumpulkan untuk memastikan identitas korban. “Kita satukan dan korban A1, kemudian tim SAR langsung ke titik penemuan dan langsung dilakukan evakuasi korban dari titik korban sampai ke rumah duka,” jelas Ridwan.
Seketika Hujan Berubah Tragedi
Semuanya bermula dari sore yang seharusnya menyenangkan. Ashilla, bersama kakaknya, Zaid (8), bermain hujan. Tawa riang anak-anak itu berubah menjadi jerit pilu ketika sandal Ashilla hanyut ke saluran drainase. Refleks, Ashilla berusaha meraihnya, namun nahas, arus deras menyeret tubuhnya.
Kakak Ashilla, dengan sisa keberaniannya, berlari memberitahukan orang tuanya. Pencarian pun dimulai, dengan mata telanjang menyusuri sungai yang bergelombang. Namun, takdir berkata lain.
Apa Artinya Bagi Kita?
Kematian Ashilla adalah pengingat pahit tentang kerapuhan hidup. Ini adalah cermin bagi kita semua, untuk lebih waspada, terutama saat musim hujan tiba. Anak-anak, adalah mereka yang paling rentan terhadap bahaya yang tak terduga.
Kepergian Ashilla meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Bogor. Semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini.
Tragedi ini juga menjadi pelajaran, bahwa alam bisa menjadi teman, sekaligus musuh yang mematikan. Mari kita jaga lingkungan, dan waspada terhadap setiap potensi bahaya yang mengintai.
Selamat jalan, Ashilla. Semoga tenang di sisi-Nya.
