Purbaya bahkan secara terbuka membantah proyeksi pesimis Bank Dunia yang memangkas pertumbuhan ekonomi RI ke angka 4,7 persen.
Bagi pemerintah, target pertumbuhan 5,5 persen masih sangat realistis untuk dikejar melalui skema belanja cepat dan efisiensi anggaran yang mencapai Rp150 triliun.
Upaya konkret lainnya juga terlihat dari pemberian subsidi tiket pesawat sebesar Rp2,6 triliun demi menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga komoditas.
Kolaborasi antara kebijakan fiskal dan moneter saat ini menjadi kunci utama agar Indonesia tetap menjadi titik terang di tengah mendungnya ekonomi dunia.