Eventbogor.com – Hari Raya Idul Adha bukan cuma soal berkumpul dan makan bersama, tapi juga momen sakral bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban.
Bagi banyak orang, berkurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk ketaatan yang meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, saat siap mengorbankan apa pun atas perintah Allah SWT.
Namun, tak semua orang tahu bahwa proses penyembelihan hewan kurban punya aturan khusus yang harus diikuti agar ibadah ini diterima dan berkah.
Menyembelih hewan kurban nggak boleh asal-asalan—ada adab dan tuntunan syariat yang mesti dipatuhi, mulai dari cara memperlakukan hewan hingga doa yang dibaca saat prosesi.
Yang paling penting, hewan harus diperlakukan dengan baik sejak sebelum disembelih, karena Rasulullah SAW sendiri bersabda bahwa Allah mewajibkan kebaikan dalam segala hal, termasuk saat menyembelih.
Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan bahwa kita dianjurkan untuk menyembelih dengan cara yang baik, menajamkan pisau, dan meminimalkan rasa sakit pada hewan.
Bayangkan, bahkan pisau harus diasah sampai tajam agar hewan nggak menderita—bukan cuma soal teknis, tapi juga soal kasih sayang dan tanggung jawab moral.
Dari sanalah para ulama merumuskan sejumlah adab yang kini jadi pedoman dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Salah satu yang paling utama adalah dianjurkannya orang yang berkurban untuk menyembelih hewan sendiri, kalau memang mampu dan merasa nyaman melakukannya.
Tapi kalau nggak bisa atau merasa berat, boleh mewakilkan pada orang lain—yang penting, disaksikan langsung oleh yang berkurban.