Puasa Syawal menjadi salah satu yang paling ditunggu setelah Lebaran, karena memiliki keistimewaan luar biasa.
Dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, puasa ini konon setara dengan pahala satu tahun berpuasa penuh jika dikerjakan secara konsisten.
Niat puasa Syawal: ‘Nawaitu shauma ghadin min syahri syawal sunnatan lillahi ta’ala’ yang artinya ‘Saya berniat puasa esok hari di bulan Syawal, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’
Selain Syawal, puasa Ayyamul Bidh juga bisa dilakukan di bulan April 2026, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
Bulan Syawal 1447 H jatuh sekitar pertengahan April 2026, sehingga Ayyamul Bidh-nya bisa jatuh pada akhir April, tergantung penentuan hisab.
Niat puasa Ayyamul Bidh: ‘Nawaitu shauma ayyamil bidhi sunnatan lillahi ta’ala’ yang berarti ‘Saya berniat puasa hari putih, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’
Puasa Senin Kamis juga tetap bisa dilaksanakan seperti biasa, mengikuti jadwal harian yang jatuh setiap pekan.
Nabi Muhammad SAW sendiri rutin melaksanakan puasa ini, karena amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah pada hari-hari tersebut.
Niat puasa Senin: ‘Nawaitu shauma yaumal itsnain sunnatan lillahi ta’ala’ artinya ‘Saya berniat puasa hari Senin, sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.’
Sedangkan untuk Kamis: ‘Nawaitu shauma yaumal khamis sunnatan lillahi ta’ala’.