Karena itulah, hewan yang terlalu kurus karena masalah fisik sebaiknya dihindari meskipun secara usia sudah cukup.
Buya menegaskan bahwa inti dari ibadah kurban adalah memberikan hewan yang sehat, layak, dan bermanfaat bagi yang menerima dagingnya.
Ini bukan hanya soal kepatuhan syariat, tapi juga tentang nilai keikhlasan dan kepedulian sosial.
Bagi banyak keluarga, pilihan antara sapi, kerbau, kambing, atau domba memang sering jadi pertimbangan utama.
Tapi menurut Buya, yang lebih menentukan adalah kualitas hewan, bukan jenisnya.
Penjelasan ini kembali mengemuka di tahun 2026, saat tren kurban online semakin meluas dan masyarakat butuh panduan yang jelas dari sumber terpercaya.
Banyak yang mulai mempertanyakan, apakah hewan yang dibeli secara digital benar-benar sesuai syarat?
Buya Yahya sebelumnya juga sudah menjawab keraguan seputar sahnya kurban online, termasuk soal tidak melihat langsung proses penyembelihan.
Namun untuk kualitas hewan, ia tetap menekankan pentingnya verifikasi langsung atau melalui pihak yang terpercaya.
Dengan begitu, ibadah kurban tetap berjalan sesuai ajaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.