namawebsite – Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak umat Muslim di Jakarta dan sekitarnya mulai mencari hewan kurban yang berkualitas untuk keluarga.

Di tengah antusiasme tersebut, Buya Yahya hadir dengan pencerahan lewat kajian di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang banyak dibagikan ulang oleh jemaah.

Dalam ceramahnya, pengasuh LPD Al Bahjah itu menekankan bahwa memilih hewan kurban bukan soal besar tubuh atau panjang tanduk, apalagi jenis kelamin.

Yang jauh lebih penting adalah kondisi kesehatan, umur, dan bebas dari cacat yang mengganggu fungsi tubuh.

“Yang pantas, yang paling bagus kalau bisa,” ucap Buya Yahya, menekankan pentingnya memberikan yang terbaik dalam ibadah kurban.

Ia merujuk pada penjelasan ulama terdahulu soal cacat yang membuat hewan tidak layak dikurbankan.

Beberapa di antaranya adalah gangguan penglihatan, kaki pincang, atau penyakit kulit parah seperti korengan yang menghambat mobilitas.

Kondisi-kondisi ini membuat hewan kesulitan bersaing saat mencari makan, ujarnya.

Akibatnya, tubuhnya jadi kurus dan tidak memenuhi standar kelayakan.

“Kalau pandangan kabur, pincang, jadi kalah sama temannya. Temannya sudah kenyang dia baru datang,” jelas Buya Yahya dengan nada lugas.

Karena itulah, hewan yang terlalu kurus karena masalah fisik sebaiknya dihindari meskipun secara usia sudah cukup.

Buya menegaskan bahwa inti dari ibadah kurban adalah memberikan hewan yang sehat, layak, dan bermanfaat bagi yang menerima dagingnya.

BACA JUGA :  5 Tanaman Pembawa Keberuntungan untuk Hunian Sehat dan Harmonis di Tahun 2026

Ini bukan hanya soal kepatuhan syariat, tapi juga tentang nilai keikhlasan dan kepedulian sosial.

Bagi banyak keluarga, pilihan antara sapi, kerbau, kambing, atau domba memang sering jadi pertimbangan utama.

Tapi menurut Buya, yang lebih menentukan adalah kualitas hewan, bukan jenisnya.

Penjelasan ini kembali mengemuka di tahun 2026, saat tren kurban online semakin meluas dan masyarakat butuh panduan yang jelas dari sumber terpercaya.

Banyak yang mulai mempertanyakan, apakah hewan yang dibeli secara digital benar-benar sesuai syarat?

Buya Yahya sebelumnya juga sudah menjawab keraguan seputar sahnya kurban online, termasuk soal tidak melihat langsung proses penyembelihan.

Namun untuk kualitas hewan, ia tetap menekankan pentingnya verifikasi langsung atau melalui pihak yang terpercaya.

Dengan begitu, ibadah kurban tetap berjalan sesuai ajaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.