Eventbogor.com – Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/5/2026) siang.

Peristiwa tersebut menelan satu korban jiwa, seorang buruh harian lepas berinisial B (60) yang tertimbun material longsoran.

Kejadian terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat korban bersama tiga rekannya sedang bekerja memangkas rumpun bambu dan membersihkan saluran air di kaki tebing.

Area tersebut sebelumnya sempat mengalami longsor ringan pada Senin (4/5/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah Dramaga.

Menurut Kapolsek Dramaga, IPTU Zalukhu, longsor terjadi secara tiba-tiba dan menimpa salah satu pekerja.

Tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri dari terjangan material tanah yang longsor.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun.

Setelah proses pencarian selama empat jam, korban ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB dalam keadaan tidak bernyawa.

Korban merupakan warga setempat yang bermukim di RT 04 RW 08, Desa Petir, Kecamatan Dramaga.

Ia diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas dan tengah menjalani aktivitas rutin saat bencana terjadi.

Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh keluarga.

Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah yang tak terelakkan.

Kapolsek Dramaga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.

Terutama saat beraktivitas di dekat tebing atau area rawan longsor setelah hujan lebat.

BACA JUGA :  Wabup Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Cigudeg, Warga Terisolasi

Pemerintah setempat dan instansi terkait diminta untuk mempercepat pemetaan daerah rawan bencana di wilayah Bogor.

Pemantauan cuaca dan kondisi tanah perlu ditingkatkan sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya edukasi keselamatan bagi pekerja di area rentan bencana.

Upaya pencegahan dini harus dilakukan untuk menghindari korban jiwa di masa depan.

Wilayah Bogor, terutama kawasan perbukitan, dikenal memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor.

Faktor curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil menjadi penyebab utama.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan tanda-tanda awal longsor seperti retakan tanah atau suara gemuruh.