Eventbogor.com – Ratusan tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan nasional Bogor Barat kini tidak berfungsi karena aliran listriknya terputus akibat tunggakan pembayaran kepada PLN.
Kerusakan dan ketidakberfungsian PJU ini menyebar di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeg, Jasinga, hingga Tenjo yang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional.
Kondisi ini membuat jalur utama yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan menjadi gelap gulita saat malam hari.
Ruas jalan tersebut menjadi akses vital menuju fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, sekolah, kampus, dan kantor pemerintahan di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Akibat minimnya penerangan, pengguna jalan mengalami penurunan kenyamanan dan keselamatan saat melintas di malam hari.
Risiko kecelakaan lalu lintas meningkat terutama bagi pengendara sepeda motor yang sulit melihat kondisi jalan.
Selain itu, kegelapan juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi tindak kriminal seperti pencurian atau perampokan.
Ketua DPK KNPI Jasinga, Ama Dery, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi PJU yang mati total di sepanjang rute Jasinga–Cigelung.
Menurutnya, persoalan ini telah berlangsung lama tanpa ada tindakan tegas dari pihak terkait.
“Jalan ini setiap malam dilalui masyarakat yang pulang kerja, pelajar, pedagang, bahkan pasien yang menuju rumah sakit,” tegas Dery.
Ia menekankan agar pemerintah tidak menunggu korban jiwa sebelum mengambil langkah perbaikan.
Dery juga menyoroti ketimpangan pelayanan publik antara wilayah perkotaan dan Bogor Barat.
Menurutnya, wilayah barat tidak mendapatkan perhatian yang setara meskipun menggunakan jalan nasional sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas warga.
“Kalau di kota terang benderang, kenapa di wilayah barat seperti ini?” ujarnya.
Pengguna jalan paling banyak mengeluhkan kondisi gelap di titik-titik rawan seperti Lebak Panjang, Simpang Curug, dan Desa Wirajaya.
Beberapa lokasi mengalami ketidakmerataan penerangan, di mana satu tiang menyala sementara tiang di sampingnya mati total.
Bahkan di sejumlah tempat, lampu yang masih menyala hanya memancarkan cahaya redup dan tidak efektif.
Staf UPT Dishub Wilayah V Jasinga menjelaskan bahwa pemadaman PJU terjadi karena tagihan listrik dari instansi pusat belum diselesaikan.
“Untuk saat ini memang ada kendala pembayaran listrik dari pusat, sehingga beberapa titik PJU belum bisa dioperasikan secara normal,” ujarnya pada Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa sejak awal pemasangan, sebagian fasilitas PJU memang tidak beroperasi optimal.
Dalam rapat terakhir di Kementerian Perhubungan, dibahas rencana pengalihan aset PJU dari BPTJ ke BPTD Wilayah I.
Proses pengalihan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan perawatan PJU di masa depan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta segera mengambil langkah koordinasi untuk menyelesaikan tunggakan listrik.
Perbaikan PJU bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari keselamatan publik dan pencegahan kejahatan.
Masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah agar aktivitas malam hari di Bogor Barat kembali aman dan terang.
Solusi jangka pendek seperti penggunaan PJU tenaga surya juga bisa dipertimbangkan untuk lokasi yang terdampak parah.
Keberlangsungan penerangan jalan harus menjadi prioritas mengingat fungsinya yang strategis bagi kehidupan sehari-hari warga.
Transparansi terkait anggaran dan proses pengalihan aset juga perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari persoalan administratif.
