Eventbogor.com – Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 menghadirkan nuansa yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Untuk pertama kalinya, pusat perayaan HJB digelar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, sekaligus menjadi lokasi penyelenggaraan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor di luar ibu kota kabupaten.

Pemilihan lokasi ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menegaskan komitmen terhadap pemerataan pembangunan dan pelestarian sejarah daerah.

Perayaan HJB ke-544 juga menjadi momentum penting dalam upaya menguatkan identitas lokal melalui napak tilas sejarah yang menghubungkan masa kini dengan akar perjuangan pendiri Kabupaten Bogor.

Kegiatan napak tilas sejarah dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor yang mengusung tema sejarah dan kebangkitan lokal.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Bogor.

Ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintahan, komunitas, dan pemangku kepentingan turut ambil bagian dalam perjalanan sejarah ini.

Rute napak tilas dimulai dari Eks-Pendopo Kewadanan Jasinga di Kecamatan Jasinga, wilayah barat Kabupaten Bogor, yang memiliki peran strategis dalam sejarah pemerintahan daerah.

Lokasi ini pernah menjadi markas perjuangan darurat pada tahun 1947 di masa kepemimpinan Bupati Bogor pertama, Raden Ipik Gandamana.

Eks-Pendopo Kewadanan Jasinga bukan hanya situs bersejarah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya Sunda dan sarana edukasi masyarakat lokal.

BACA JUGA :  Euforia Kemenangan Persib di Jatinangor Berujung Insiden, Seorang Pria Terluka di Tengah Konvoi Bobotoh

Dari Jasinga, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Malasari sambil melakukan bakti sosial di sejumlah wilayah terdampak.

Bantuan disalurkan di sekitar kawasan Eks-Pendopo Jasinga dan Kampung Sarongge, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya.

Aksi sosial ini menjadi simbol kepedulian kolektif sekaligus menguatkan semangat gotong royong yang menjadi nilai dasar masyarakat Bogor.

Tujuan akhir perjalanan adalah Pendopo Malasari di Kecamatan Nanggung, situs yang memiliki makna historis mendalam dalam pembentukan pemerintahan Kabupaten Bogor.

Bangunan ini awalnya merupakan rumah Kepala Desa pertama Malasari, Bapak Ining, yang kemudian digunakan sebagai kantor pemerintahan darurat pada masa awal kemerdekaan.

Di sinilah Raden Ipik Gandamana menjalankan roda pemerintahan di tengah situasi perang, menjadikan Pendopo Malasari sebagai cikal bakal pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Kini, situs tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi ikon utama Desa Wisata Malasari.

Pemilihan Malasari sebagai lokasi utama HJB ke-544 mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Acara ini juga bertujuan membangkitkan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan promosi potensi budaya serta sejarah.

Selain Sidang Paripurna Istimewa, rangkaian HJB 2026 juga mencakup upacara bendera, ziarah nasional, dan deklarasi pelestarian nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Peringatan Hari Jadi Bogor kali ini tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga warisan sejarah dan memperkuat semangat kebersamaan.

BACA JUGA :  Napak Tilas Sejarah Jadi Bagian Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 Tahun 2026

Dengan mengintegrasikan sejarah, budaya, dan pembangunan berkelanjutan, HJB ke-544 diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun identitas Bogor yang berakar pada nilai-nilai lokal.

Event ini menunjukkan bahwa masa depan Bogor dibangun dari penghormatan terhadap masa lalunya.