Eventbogor.com –
Pemerintah Kota Cimahi mencatat terdapat 775 anak usia sekolah yang tidak aktif dalam sistem pendidikan formal pada tahun 2026.
Angka ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Pendidikan setempat yang kini mengandalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM sebagai solusi utama.
Program pendidikan kesetaraan melalui PKBM dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) semakin diperkuat untuk menjangkau anak-anak yang terancam putus sekolah.
PKBM di Cimahi kini tidak lagi dipandang sebagai alternatif kedua, melainkan menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas dalam menempuh pendidikan.
Sejak diperluasnya akses dan peningkatan kualitas pembelajaran, minat masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Program ini sangat relevan bagi mereka yang harus bekerja, memiliki tanggung jawab keluarga, atau tidak mampu melanjutkan pendidikan secara formal.
PKBM menawarkan program kesetaraan Paket A, B, dan C yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Metode pembelajaran dilakukan secara fleksibel, baik tatap muka maupun daring, dengan pendampingan tutor terlatih.
Disdik Kota Cimahi terus berkoordinasi dengan camat, lurah, dan tokoh masyarakat untuk mendata anak-anak yang berisiko putus sekolah.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi percepatan penuntasan buta aksara dan pencapaian wajib belajar 12 tahun di wilayah perkotaan.
Salah satu tantangan utama adalah stigma sosial yang masih melekat pada pendidikan nonformal.
Namun, transformasi persepsi masyarakat terlihat jelas seiring dengan semakin banyaknya lulusan PKBM yang melanjutkan ke perguruan tinggi atau dunia kerja.
Komitmen pemerintah daerah ditunjukkan melalui peningkatan anggaran operasional PKBM dan pelatihan kapasitas pengelola lembaga.
Kolaborasi dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat juga diperkuat untuk memperluas jangkauan layanan.
Ke depan, Disdik berencana mengintegrasikan sistem digital dalam proses pembelajaran dan sertifikasi kelulusan untuk mempercepat validasi data.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan mobilitas lulusan pendidikan kesetaraan di tingkat nasional.
Targetnya, tidak hanya mengembalikan anak putus sekolah ke jalur pendidikan, tetapi juga memastikan mereka memiliki peluang yang setara di masa depan.
Upaya ini sejalan dengan visi Jabar Masagi dan program Pemprov Jawa Barat dalam memperluas akses pendidikan inklusif.
Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, PKBM di Cimahi diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Jawa Barat.
Pendidikan kesetaraan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
Eventbogor.com –
