Eventbogor.com – Pemerintah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, telah menyelesaikan proses asesmen dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Senin, 20 April 2026.

Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan di 27 titik lokasi yang tersebar di wilayah Desa Purasari.

Proses penilaian dampak bencana dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD serta instansi terkait lainnya.

Hasil asesmen ini nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, dan Pertanian (DPKPP), serta pihak Kecamatan Leuwiliang untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, menyatakan bahwa laporan resmi akan segera dikirim agar penanganan darurat dan pemulihan dapat dilakukan dengan cepat.

Pihaknya berharap bantuan dan langkah mitigasi segera diberikan demi kesejahteraan warga terdampak.

Agus menekankan pentingnya respons cepat terhadap kondisi darurat yang masih dialami sejumlah keluarga pasca-bencana.

Staf Desa Purasari, Solehudin, mengapresiasi keterlibatan langsung Camat Leuwiliang bersama unsur muspika dalam meninjau lokasi bencana.

Kehadiran mereka tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga membawa bantuan logistik untuk meringankan beban masyarakat.

Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan pelayanan kepada warga.

Pemerintah desa juga mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

BACA JUGA :  Emak-Emak 'Terbang' di Bogor: CCTV Ungkap Momen Mencekam Motor Hilang Kendali!

Informasi terkini mengenai cuaca dan potensi risiko bencana dapat diakses melalui saluran resmi pemerintah daerah.

Upaya pencegahan dini menjadi prioritas untuk menghindari korban jiwa dan kerugian material lebih lanjut.

Pemerintah Desa Purasari terus memantau kondisi wilayah dan siap berkoordinasi dengan BPBD apabila terjadi perubahan situasi.

Warga yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi posko darurat yang telah didirikan di balai desa setempat.

Langkah-langkah rehabilitasi dan relokasi sementara sedang dalam pertimbangan sesuai dengan hasil asesmen yang telah dikumpulkan.

Pelaporan dan dokumentasi kerusakan juga menjadi bagian penting untuk mendukung pengajuan bantuan dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

Komunikasi yang terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan krisis ini.

Pemerintah daerah mengingatkan bahwa tahun 2026 masih berada dalam musim hujan dengan potensi curah hujan tinggi di wilayah Bogor.

Oleh karena itu, kesiapan dalam menghadapi bencana harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat.