Eventbogor.com –
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Minggu (19/4) menyebabkan jembatan di RW 03, Desa Sukamakmur, ambruk.
Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sukamakmur dengan Desa Pagelaran.
Kerusakan terjadi setelah debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Arus sungai yang kuat menggerus pondasi jembatan hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.
Sebelum ambruk, arus sungai sempat membawa material besar seperti pohon tumbang yang menghantam struktur jembatan.
Menurut Yudi, Ketua RT setempat, pohon yang terbawa arus menabrak jembatan dan mempercepat keruntuhan.
Tidak lama setelah benturan tersebut, jembatan langsung roboh dan tidak dapat dilalui.
Pasca kejadian, petugas dari pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, dan Satpol PP segera melakukan penanganan awal di lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Putusnya jembatan membuat akses antar desa terputus total.
Warga yang biasanya melintas secara langsung kini harus memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh.
Hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas anak sekolah, pekerja, dan distribusi barang.
Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Ia juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, warga dilarang melintas karena kondisi lokasi masih dinilai berbahaya.
Pemerintah desa telah memasang pembatas fisik dan rambu peringatan di sekitar jembatan yang ambruk.
Upaya pengajuan perbaikan jembatan juga telah dilakukan ke instansi terkait.
Sri Widiarti menekankan pentingnya penanganan cepat karena jembatan ini sangat vital bagi perekonomian dan sosial masyarakat.
Kerugian material akibat kerusakan diperkirakan cukup besar.
Tim terus memantau kondisi lokasi mengingat potensi hujan susulan yang masih tinggi di musim penghujan 2026.
Pemerintah setempat tetap siaga dan berkoordinasi dengan BPBD untuk kesiapsiagaan bencana lanjutan.
