Eventbogor.com – Citeureup Festival menjadi sorotan utama dalam rangkaian perayaan HUT ke-25 Kota Cimahi, menghadirkan ruang bagi warga untuk merayakan kearifan lokal sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM di wilayah tersebut.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis dalam mempromosikan produk lokal dan budaya khas Citeureup di tengah tantangan ekonomi yang berkembang hingga 2026.

Sejak pagi, ratusan warga memadati lokasi festival meski langit mendung dan rintik hujan turun, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Kota Cimahi bersama berbagai komunitas lokal.

Festival ini menampilkan berbagai atraksi seni tradisional, pameran produk UMKM, hingga pertunjukan musik yang menggambarkan semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat setempat.

Salah satu fokus utama dari Citeureup Festival adalah penguatan ekosistem UMKM, sejalan dengan program UMKM Naik Kelas 2026 yang mulai digulirkan di Kabupaten Bandung dan kini menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Program ini tidak hanya menekankan pada bantuan modal, tetapi lebih jauh bertujuan mengubah mindset pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap pasar digital dan tren konsumen masa kini.

Para pelaku UMKM diberi pelatihan langsung mengenai branding, pemasaran digital, dan manajemen keuangan, agar mampu bersaing di level regional maupun nasional.

Dalam konteks pengembangan ekonomi lokal, Citeureup Festival juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berbasis komunitas.

Event ini berhasil menyatukan elemen budaya, ekonomi, dan partisipasi publik dalam satu wadah yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Festival dan Event Budaya Terbesar di Saudi Arabia yang Wajib Kamu Tahu

Selain itu, Pemerintah Kota Cimahi juga memanfaatkan momentum HUT ini untuk meningkatkan layanan publik, salah satunya melalui perluasan layanan administrasi kependudukan secara jemput bola.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi menyiapkan pos layanan keliling untuk memudahkan masyarakat mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus ke kantor dinas.

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen resmi, terutama bagi lansia, disabilitas, dan warga di wilayah terpencil.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Bandung, Bupati Dadang Supriatna turut mendorong kepatuhan pajak melalui kegiatan Bapenda Bedas Run yang digelar di Lapangan Upakarti Soreang.

Acara tersebut menjadi bagian dari kampanye kesadaran pajak yang dikemas secara interaktif dan menarik bagi masyarakat luas.

Dadang menyebut bahwa penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah memberikan tekanan tambahan pada beban hidup masyarakat, khususnya dalam hal harga sembako.

Untuk meredam gejolak harga, Pemerintah Kabupaten Bandung mengandalkan Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai instrumen stabilisasi ekonomi mikro.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung hingga 2026.

Sementara itu, di luar ranah pemerintahan daerah, Astra Honda Racing Team (AHRT) menunjukkan semangat kompetitif tinggi menjelang putaran ketiga Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Motegi, Jepang.

Tim asal Jawa Barat ini optimis bisa meraih hasil terbaik berkat persiapan teknis dan fisik yang matang sepanjang musim.

Di sisi lain, isu serius terkait perlindungan anak di Kabupaten Bandung Barat masih menjadi pekerjaan rumah besar.

BACA JUGA :  Karang Taruna Cigudeg Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir secara Cepat dan Terkoordinasi

Data menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat, seperti keluarga atau lingkaran pergaulan korban.

Pemerintah daerah diminta segera memperkuat sistem pelaporan, pendampingan korban, dan edukasi masyarakat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Belum lama ini, kasus dugaan kelalaian medis di Kota Banjar juga mencuat setelah seorang suami, Enjang H. Mulyana, melaporkan dokter spesialis kandungan ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.

Laporan ini menyusul meninggalnya istrinya setelah menjalani perawatan, yang menurut keluarga diduga akibat kelalaian dalam penanganan medis.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan standar pelayanan kesehatan yang ketat di fasilitas medis.

Di sisi lain, kisah haru datang dari pasangan lansia, Ahmad Syaffari (76) dan Elly Suwelni (70), yang berhasil kembali ke Bogor setelah sempat tersesat selama tiga jam di Mina saat menjalankan ibadah haji.

Kembalinya mereka dengan selamat disambut haru oleh keluarga dan komunitas, menjadi pengingat akan pentingnya sistem pendampingan bagi jemaah lansia di tanah suci.

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, mangkir dari pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait dugaan korupsi Tunjangan Perumahan (Tuper) DPRD Indramayu.

Kejati Jabar menyatakan akan menjadwalkan ulang pemeriksaan setelah mendapatkan konfirmasi alasan ketidakhadiran yang bersangkutan.

Perkembangan kasus ini menjadi sorotan publik sebagai bagian dari upaya penegakan hukum di sektor pemerintahan daerah.