Eventbogor.com –

Kabupaten Tasikmalaya dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional Overlanding 2026, acara tahunan yang mempertemukan komunitas pecinta petualangan dari seluruh penjuru Indonesia.

Event ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan ekspedisi alam, tetapi juga mengusung misi sosial serta pelestarian lingkungan hidup.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan dan inklusif.

Jambore Nasional Overlanding 2026 akan menampilkan berbagai aktivitas seperti ekspedisi lintas medan, edukasi lingkungan, serta bakti sosial ke sejumlah desa terpencil di wilayah pegunungan Kabupaten Tasikmalaya.

Para peserta yang berasal dari puluhan klub off-road dari 20 provinsi di Indonesia akan membawa bantuan berupa sembako, alat kesehatan, dan peralatan sekolah.

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat lokal dalam penyediaan homestay, kuliner khas, dan pemanduan wisata, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Hidayat, menyatakan bahwa acara ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya daerah ke kancah nasional.

Menurutnya, overlanding bukan sekadar hobi, tetapi juga bentuk edukasi terhadap keberagaman geografis dan sosial di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan BPBD untuk memastikan keamanan dan kesiapan infrastruktur selama kegiatan berlangsung.

“Kami ingin Jambore Nasional Overlanding 2026 menjadi contoh kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pariwisata yang bertanggung jawab,” ujar Asep Hidayat.

BACA JUGA :  Karang Taruna Cigudeg Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Penyelenggaraan acara ini juga sejalan dengan program Pemkab Tasikmalaya dalam mendorong wisata alam dan petualangan sebagai salah satu andalan ekonomi kreatif daerah.

Lokasi utama kegiatan akan berpusat di kawasan Gunung Halu dan sekitarnya, yang dikenal dengan medan ekstrem dan pemandangan alam yang menakjubkan.

Panitia pelaksana menargetkan kehadiran lebih dari 500 peserta dan 200 unit kendaraan off-road dalam gelaran tersebut.

Selain ekspedisi, akan digelar pula seminar lingkungan dengan tema ‘Menjaga Alam Nusantara dari Jalur Off-Road’ yang menghadirkan pakar konservasi dan pegiat lingkungan.

Ketua Panitia Jambore Nasional Overlanding 2026, Deden Suryadi, menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan prinsip zero waste dan minim dampak terhadap ekosistem.

“Kami dorong semua peserta untuk tidak meninggalkan sampah dan menghormati aturan lokal yang berlaku di setiap desa yang dikunjungi,” katanya.

Event ini juga menjadi ajang promosi produk UMKM lokal, terutama dalam sektor makanan, kerajinan tangan, dan ekowisata.

Pemerintah daerah berharap momentum Jambore Nasional Overlanding 2026 dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sepanjang tahun, bukan hanya saat acara berlangsung.

Beberapa desa wisata di Tasikmalaya telah mulai membenahi fasilitas pendukung seperti toilet umum, area parkir, dan akses jalan sebagai bagian dari persiapan.

Jambore Nasional Overlanding 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari di bulan September 2026, bertepatan dengan musim kemarau yang ideal untuk aktivitas luar ruang.

BACA JUGA :  HJB RUN 2026 Perkuat Sinergi Kota dan Kabupaten Bogor di Usia ke-544

Event ini diharapkan dapat menjadi model penyelenggaraan event petualangan yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat lokal.