Eventbogor.com – Fenomena Godzilla El Nino kembali menjadi ancaman serius bagi wilayah Kabupaten Bogor di tahun 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperingatkan bahwa hampir seluruh kecamatan berpotensi mengalami dampak kekeringan akibat musim kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Godzilla El Nino, istilah yang merujuk pada fenomena El Nino yang sangat kuat, diperkirakan akan menyebabkan curah hujan di bawah normal selama periode April hingga Oktober 2026.

Berdasarkan data prakiraan BMKG, intensitas hujan di Kabupaten Bogor menurun hingga 60 persen dibandingkan rata-rata tahunan, meningkatkan risiko krisis air bersih dan gagal panen di sektor pertanian.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Agus Ridwan, menyatakan kesiapsiagaan pihaknya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini.

Menurutnya, pihaknya telah mengaktifkan posko siaga kekeringan dan mendistribusikan tangki air ke desa-desa rawan krisis air sejak awal musim kemarau.

Kami telah mengidentifikasi 27 kecamatan dari 40 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bogor berada dalam kategori rentan kekeringan,

kata Agus Ridwan dalam keterangan resmi yang diterima pada Maret 2026.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas PUPR dan PDAM Tirta Kahuripan untuk mempercepat normalisasi sumber mata air dan memperluas jaringan distribusi air darurat.

Desa-desa di kawasan perbukitan seperti di Kecamatan Cigudeg, Nanggung, dan Leuwiliang menjadi prioritas utama penanganan karena akses air baku terbatas.

BACA JUGA :  Mabes TNI Dalami Kemungkinan Target Lain dalam Kasus Penyiraman Aktivis KontraS

BPBD juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kampanye hemat air dan penerapan teknik penampungan air hujan (tandon) di tingkat rumah tangga.

Upaya ini sejalan dengan program adaptasi perubahan iklim yang digaungkan pemerintah daerah sejak 2024.

Agus menambahkan, pemantauan kondisi cuaca dilakukan secara harian bekerja sama dengan BMKG Stasiun Bogor.

Setiap perkembangan akan langsung diinformasikan melalui sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan desa dan kelurahan.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada dan mulai mengatur penggunaan air secara bijak.

Untuk sektor pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Bogor telah mengeluarkan rekomendasi tanaman tahan kering dan sistem irigasi hemat air.

Petani diminta mempertimbangkan jadwal tanam ulang guna menghindari kerugian akibat kekeringan panjang.

Godzilla El Nino bukan hanya tantangan lingkungan, tetapi juga ujian kesiapsiagaan daerah dalam mengelola sumber daya saat krisis.

Komitmen kolaboratif antara pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat menjadi kunci utama mitigasi dampak bencana iklim ini.