Eventbogor.com – Program Makanan Bergizi Gratis mulai diluncurkan di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Senin 27 April 2026.

Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak usia sekolah melalui penyaluran makanan bergizi secara rutin dan terstruktur.

Program Makanan Bergizi Gratis di Desa Purasari dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Purasari sebagai pelaksana di lapangan.

Penyaluran perdana ini menandai dimulainya akses makanan bergizi bagi pelajar di wilayah tersebut yang diharapkan mampu mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar mereka.

Pada hari pertama pelaksanaan, distribusi dilakukan di tujuh titik lokasi dengan total 1.509 penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah dasar.

Meskipun masih dalam tahap awal, pelaksanaan distribusi diupayakan berjalan secara optimal dan terpantau sesuai target yang ditetapkan.

Lucki Fairusdi selaku Kepala SPPG Purasari mengakui adanya sejumlah kendala teknis dalam pelaksanaan perdana program Makanan Bergizi Gratis.

“Hari ini memang masih tahap awal, jadi ada beberapa kendala. Tapi kami akan terus memaksimalkan agar distribusi berjalan baik dan lancar,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Pihaknya menyatakan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan proses distribusi agar lebih efisien dan tepat sasaran ke depannya.

Secara keseluruhan, penyaluran hari pertama dinilai telah mencapai sasaran dengan baik meski masih membutuhkan penyempurnaan sistem.

Dukungan positif juga datang dari dunia pendidikan di Desa Purasari.

BACA JUGA :  Kades Palasari Bogor 'Guncang' Jawa Barat! Raih Gelar Pengelolaan Aset Terbaik

Endang Darmawan, Kepala SDN Tanjungsari 02, menyatakan apresiasi atas realisasi program Makanan Bergizi Gratis yang telah lama ditunggu-tunggu oleh siswa dan orang tua.

“Alhamdulillah, anak-anak sudah lama menunggu program ini. Hari ini menjadi penyaluran pertama, dan ke depan tentu akan kami evaluasi, baik dari sisi teknis pembagian maupun waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar,” ungkapnya.

Di SDN Tanjungsari 02 sendiri, sebanyak 399 siswa terdaftar sebagai penerima manfaat dari program tersebut.

Endang berharap program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi harian siswa, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kecerdasan dan pertumbuhan fisik anak.

Pihak sekolah juga siap bekerja sama dengan SPPG untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

Program Makanan Bergizi Gratis diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih sehat dan produktif di masa depan.

Keberhasilan peluncuran perdana ini menjadi fondasi penting bagi perluasan program ke desa-desa lain di Kecamatan Leuwiliang.

Pemantauan kualitas makanan dan keamanan pangan juga akan terus diperhatikan untuk mencegah insiden serupa dengan kasus keracunan yang pernah terjadi di wilayah lain.

Kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan dan efektivitas program Makanan Bergizi Gratis di tahun 2026 dan seterusnya.