Eventbogor.com –

Pemerintah Kota Bogor terus berupaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki di kawasan Paledang dengan menyiapkan pelican crossing sebagai pengganti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang telah dibongkar.

Penggantian fasilitas penyeberangan ini menjadi bagian dari strategi [Masukkan Keyword Utama] dalam membangun infrastruktur yang lebih ramah pedestrian dan mendukung mobilitas publik yang aman.

JPO Paledang yang sebelumnya berdiri di kawasan sibuk Kota Bogor dinilai sudah tidak efektif lagi dalam mengatur arus pejalan kaki.

Dengan kondisi lalu lintas yang padat dan desain JPO yang kurang inklusif, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, Pemkot Bogor memutuskan untuk membongkar struktur tersebut.

Sebagai solusi, pelican crossing kini sedang dalam tahap persiapan dan akan dipasang di lokasi yang sama untuk memudahkan penyeberangan secara langsung dan aman.

Pelican crossing dirancang dengan lampu pengatur yang menyala merah saat pejalan kaki menekan tombol, sehingga kendaraan wajib berhenti dan memberi prioritas kepada pejalan kaki.

Rencana ini sejalan dengan visi Kota Bogor dalam menciptakan ruang publik yang lebih aksesibel dan berkelanjutan.

Wali Kota Bogor sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan pelican crossing merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mengedepankan keselamatan warga.

Kami ingin pejalan kaki merasa aman dan nyaman saat menyeberang, terutama di kawasan perdagangan dan pemerintahan seperti Paledang, ujar Wali Kota Bogor dalam keterangan resmi.

BACA JUGA :  Kasus Bantargebang: DKI Hormati Hukum, Tata Kelola Sampah Jadi Prioritas!

Dinas Perhubungan Kota Bogor tengah melakukan kajian teknis terkait lokasi pasti, desain, dan waktu pemasangan pelican crossing.

Penempatan alat ini juga akan dipantau secara berkala untuk menilai efektivitasnya dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Beberapa kota di Indonesia telah sukses menerapkan pelican crossing, seperti di Bandung dan Yogyakarta, yang terbukti meningkatkan disiplin pengemudi dan kesadaran berlalu lintas.

Masyarakat diharapkan dapat mendukung inisiatif ini dengan mematuhi rambu dan aturan yang diterapkan di sekitar lokasi penyeberangan baru.

Perubahan perilaku menjadi kunci keberhasilan penerapan pelican crossing di tengah perkotaan.

Pemkot Bogor juga akan melibatkan petugas lalu lintas dan petugas keamanan untuk membantu mengatur arus saat masa adaptasi awal.

Langkah ini merupakan bagian dari transformasi sistem transportasi perkotaan yang lebih manusiawi dan berbasis keselamatan.

Ke depannya, Pemkot Bogor berencana memperluas penerapan pelican crossing di titik-titik strategis lain yang memiliki risiko tinggi bagi pejalan kaki.

Upaya ini sejalan dengan program nasional Keselamatan Berlalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dicanangkan Kementerian Perhubungan.

Pembongkaran JPO Paledang dan rencana pelican crossing mendapat respons positif dari sejumlah komunitas pedestrian dan aktivis transportasi publik.

Mereka menilai langkah ini sebagai terobosan yang realistis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban.

Infrastruktur yang dulu justru mempersulit, kini diganti dengan solusi yang lebih praktis dan inklusif, kata salah satu aktivis dari Komunitas Jalanan Bogor.

BACA JUGA :  PGRI Kabupaten Bogor Gelar Konferensi Kerja 2026 untuk Wujudkan Transformasi Pendidikan

Pelican crossing diharapkan dapat beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2026, menyesuaikan dengan proses pengadaan dan instalasi peralatan.

Dengan langkah ini, Kota Bogor semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.