Eventbogor.com – Kondisi memprihatinkan terlihat di SDN Gunung Picung 4, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi sorotan publik pada April 2026.

SDN Gunung Picung 4 mengalami kerusakan parah di berbagai bagian, termasuk plafon yang berlubang dan lantai yang tidak memadai, membuat lingkungan belajar jauh dari standar kelayakan.

Siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar tanpa meja dan kursi yang cukup, menunjukkan minimnya fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Kondisi ini menjadi sorotan tajam dari Ali Topan Vinayah, seorang aktivis asal Pamijahan yang aktif di Bogor Barat.

Ia menyampaikan keprihatinannya melalui sebuah video yang beredar luas pada Kamis, 9 April 2026, memperlihatkan kondisi nyata ruang kelas yang rusak dan tidak layak huni.

Dalam video tersebut, tampak jelas atap plafon yang jebol, lantai yang rusak, serta keterbatasan sarana belajar dasar seperti meja dan bangku.

Ali Topan menekankan bahwa kondisi ini tidak sebanding dengan potensi sumber daya yang ada di sekitar sekolah.

Ia menyebut bahwa sekitar 30 persen wilayah sekolah masuk dalam skema bonus produksi dari program CSR Star Energy Geothermal.

Meski demikian, dana yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk perbaikan fasilitas pendidikan belum berdampak signifikan bagi SDN Gunung Picung 4.

Menurutnya, anak-anak di wilayah tersebut berhak mendapatkan pendidikan yang layak, terlebih dengan adanya kontribusi dari perusahaan besar di sekitar.

BACA JUGA :  Aksi Nyata Hari Bumi 2026 di Pamijahan: Penanaman Pohon dan Pelepasan Ikan di Hulu Sungai Cipurabakti

“Seharusnya sekolah ini mendapat perhatian lebih. Apalagi ada dana bagi hasil dari perusahaan besar, tapi kenyataannya anak-anak masih belajar dalam kondisi terbatas,” ujar Ali Topan Vinayah.

Pernyataan ini memicu pertanyaan publik mengenai transparansi dan pengelolaan dana bonus produksi oleh pemerintah daerah.

Banyak warga yang mulai mempertanyakan arah penggunaan dana tersebut, terutama dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terdampak operasional geotermal.

Masyarakat Pamijahan berharap agar pihak terkait, baik dari dinas pendidikan maupun perusahaan, segera mengambil langkah konkret.

Perbaikan infrastruktur sekolah dinilai mendesak demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa selama proses belajar mengajar.

Kasus SDN Gunung Picung 4 juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memajukan layanan pendidikan di daerah terpinggirkan.

Hingga awal 2026, belum ada respons resmi yang menyeluruh dari instansi terkait terkait rencana renovasi atau intervensi darurat.

Warga tetap menunggu tindakan nyata, bukan sekadar janji, untuk memastikan anak-anak di Pamijahan mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermartabat.