Eventbogor.com – Polsek Nanggung, jajaran Polres Bogor, berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran obat terlarang jenis tramadol di Kecamatan Nanggung, Jawa Barat, pada Selasa (7/4/2026).

Penangkapan ini merupakan hasil respons cepat terhadap laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang diduga dijadikan lokasi transaksi obat ilegal.

Setelah melakukan penyelidikan, tim gabungan dari Polsek Nanggung melakukan penggerebekan sekitar pukul 11.00 WIB di lokasi yang telah dipantau.

Dalam operasi tersebut, dua orang terduga pelaku berinisial A dan Y (30) berhasil diamankan oleh petugas di tempat kejadian perkara.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 261 butir obat tramadol, uang tunai dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu, serta dua unit ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi.

Tramadol, yang termasuk dalam daftar obat keras yang penggunaannya dikontrol, sering disalahgunakan sebagai pengganti narkotika oleh kalangan tertentu.

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriyatna menjelaskan bahwa penindakan dilakukan setelah pihaknya memastikan adanya indikasi kuat terhadap peredaran obat terlarang di lokasi tersebut.

“Kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan kasusnya diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Bogor untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Pihak kepolisian menyatakan komitmen untuk terus memerangi peredaran obat terlarang di wilayah hukum Polres Bogor.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan obat atau narkoba.

BACA JUGA :  Menjelang Ramadan, IWO Bogor Raya Gelar Cucurak: Silaturahmi & Refleksi Insan Pers

Keterlibatan warga sangat penting dalam mencegah penyebaran obat terlarang, terutama di kalangan remaja dan pelajar.

Polisi juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan tramadol dapat menyebabkan ketergantungan dan dampak serius terhadap kesehatan mental serta fisik.

Saat ini, kasus sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Satuan Narkoba Polres Bogor untuk mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.

Upaya pencegahan terus ditingkatkan melalui sosialisasi di sekolah dan lingkungan masyarakat terkait bahaya obat keras tanpa resep.

Ini menjadi peringatan bagi pelaku lain bahwa aparat penegak hukum tetap aktif dalam menindak tindakan ilegal di bidang obat-obatan terlarang.