EventBogor.com – Api masih membara dalam ingatan Fajar Sidiq Budianto. Bukan hanya kobaran fisik yang melalap rumahnya dan merenggut nyawa dua adiknya, tapi juga keheningan dari pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Cimuning Bekasi. Hampir dua minggu berlalu sejak tragedi 1 April 2026, namun komunikasi yang dinanti-nantikan Fajar, tak kunjung tiba.

Bayangkan, Anda kehilangan segalanya dalam semalam. Rumah tempat berteduh, kenangan masa kecil, dan yang paling menyakitkan, nyawa dua orang adik tercinta. Ditambah lagi, keheningan dari pihak yang diduga bertanggung jawab. Itulah realita pahit yang harus dihadapi Fajar saat ini.

Kengerian di Jalan Cinyosog: Kronologi yang Memilukan

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026, sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi. Kebakaran yang disertai ledakan hebat merenggut nyawa dua adik Fajar, meluluhlantakkan rumahnya, dan menghanguskan sekitar 14 bangunan lainnya, termasuk ruko dan tempat tinggal warga.

Fajar, yang kini harus mengikhlaskan kepergian dua adiknya, mengungkapkan kepedihannya. “Ya, belum ada komunikasi dari pihak pengelola pabrik,” ujarnya pilu pada Jumat, 10 April 2026. Sebuah pengakuan yang menggugah empati, mengingat penderitaan yang harus ia tanggung.

Dampak Luas: Bukan Hanya Korban Jiwa

BACA JUGA :  Cigudeg Merana: Saat Air Bersih Diperebutkan Kebun Sawit, Bupati Bogor Dituntut Bertindak